Menteri PKP upayakan Program Bedah Rumah disertai pemberdayaan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengupayakan agar Program Bedah Rumah disertai pemberdayaan ekonomi masyarakat lewat dukungan ...
(Antara) 24/10/26 20:02 1079295
Inilah yang dimaksud komprehensif. Rumahnya diperbaiki, ada yang belum punya sertifikat dibantu, ada yang ga punya usaha dibantu
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengupayakan agar Program Bedah Rumah disertai pemberdayaan ekonomi masyarakat lewat dukungan usaha dan penyelesaian persoalan sertifikasi tanah.
“Inilah yang dimaksud komprehensif. Rumahnya diperbaiki, ada yang belum punya sertifikat dibantu, ada yang ga punya usaha dibantu,” kata Maruarar saat meninjau Program Bedah Rumah di Jakarta, Sabtu.
Ia menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto, yakni pembangunan dan renovasi tiga juta rumah.
Menurut dia, pelaksanaan program perlu disertai pemberdayaan ekonomi agar masyarakat penerima manfaat mendapatkan dukungan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar meninjau rumah milik seorang warga bernama Ester yang tidak layak huni. Menurutnya, kondisi rumah dan keadaan ekonomi penghuni menjadi pertimbangan penting untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
Ia menegaskan ketepatan sasaran diperlukan agar bantuan negara diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, baik berdasarkan kondisi hunian maupun kemampuan ekonominya.
Selain perbaikan rumah, Maruarar menyebut pemerintah juga mendorong penyelesaian persoalan sertifikasi tanah bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan serta pemberian bantuan usaha.
Dalam kegiatan itu, ia turut menyoroti peran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan pembiayaan yang berpihak kepada pelaku usaha kecil, termasuk penurunan suku bunga pembiayaan PNM dari sebelumnya sekitar 22 persen menjadi 8 persen sesuai arahan Presiden Prabowo.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui akses pembiayaan yang lebih terjangkau.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat mulai Januari tahun 2025 sampai dengan 15 Oktober 2026 total capaian pembangunan dan renovasi rumah tercatat sebanyak 1,79 juta unit.
"Total mulai Januari tahun 2025 sampai dengan 15 Oktober 2026 capaian kita adalah 1.790.081 unit," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choirul dalam penyampaian capaian Kementerian PKP di Jakarta, Selasa (20/10).
Didyk menambahkan total capaian tersebut terdiri dari pembangunan sebanyak 1.103.918 unit rumah dan renovasi sebanyak 686.163 unit rumah.
"Ini yang kerja sama dengan seluruh ekosistem perumahan," katanya.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026