LPDB Kemenkop salurkan dana bergulir Rp1,6 triliun bagi 150 koperasi
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) pada 2026 hingga kini telah menyalurkan dana bergulir dengan total sebesar ...
(Antara) 12/10/26 18:10 116279
Yogyakarta (ANTARA) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) pada 2026 hingga kini telah menyalurkan dana bergulir dengan total sebesar Rp1,6 triliun kepada sekitar 150-an koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Sudah terealisasi Rp1,6 triliun untuk kurang lebih di sekitar 150 koperasi dan tersebar di 35 provinsi," kata Direktur Utama LPDB Koperasi Kemenkop Krisdianto di sela Media Gathering LPDB Koperasi di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, penyaluran dana bergulir bagi koperasi akan terus dilakukan lembaganya termasuk ke wilayah Papua yang sampai saat ini masih ada beberapa koperasi belum tersentuh pembiayaan tersebut karena keadaan kondisi geografisnya.
"Tapi mudah-mudahan sampai dengan Desember nanti kita bisa tembus Rp2,1 triliun sampai Rp2,2 triliun. Harapannya seperti itu," katanya.
Dia menjelaskan, mayoritas koperasi yang dibiayai pemerintah melalui dana bergulir sesuai arahan Presiden Prabowo adalah koperasi yang bergerak di sektor riil, termasuk di dalamnya ada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Jadi kurang lebih 85 persen dari Rp2,1 triliun itu pembiayaannya adalah di sektor riil. Sektor riil itu ya di dalamnya ada KDKMP, terus kemudian program-program strategis nasionalnya Pak Prabowo, maupun program prioritasnya kementerian kami," katanya.
Dia menyebut program prioritas Kemenkop tersebut salah satunya misalnya hilirisasi sawit, kemudian koperasi perumahan rakyat atau pembiayaan untuk perumahan rakyat yang dilakukan melalui koperasi.
"Selanjutnya untuk mendukung ketahanan pangan, kemandirian beras untuk koperasi yang menghasilkan beras, menghasilkan tebu dan segala macam, seperti itu," katanya.
Dia mengatakan, terdapat tiga atau \'three" sukses yang menjadi tolok ukur kesuksesan program dana bergulir bagi koperasi, yang pertama sukses penyaluran, sehingga semakin banyak dana bergulir yang disalurkan itu sebagai salah satu parameter kesuksesan.
"Jadi jumlah koperasi, nilai yang dicairkan itu menjadi suksesnya kita. Makanya kan target Rp2,1 triliun tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya sekian triliun itu artinya apa, tiap tahun mengalami peningkatan, itu sukses yang pertama," katanya.
Dia mengatakan, kemudian sukses kedua adalah sukses kemanfaatan, sehingga anggaran LPDB yang disalurkan ke koperasi melalui dana bergulir tersebut seberapa besar bisa dinikmati koperasi untuk hal yang sifatnya produktif.
"Dan harus sebisa mungkin LPDB \'inline\' dengan program pemerintah, Kemenkop, yaitu hilirisasi sawit sebisa mungkin kita banyak menyalurkan di segmen sawit, segmen perikanan, segmen nelayan itu untuk ketersediaan bahan bakar solar buat nelayan," katanya.
Dia mengatakan, yang ketiga adalah sukses pengembalian atas kredit macet atau NPL (non-performing loan), sehingga semakin bisa menekan NPL, menandakan koperasi yang dibiayai pemerintah melalui dana bergulir tersebut tepat sasaran.
"Koperasi bagus dan bisa mengelola kepercayaan yang diberikan LPDB sehingga mereka dapat mengembalikan LPDB tanpa ada kemacetan. Kalaupun terjadi adanya resiko bisnis yang mereka hadapi tetap ada jadwalnya melalui program restrukturisasi," katanya.
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026