PLN Sulselrabar komitmen melanjutkan pengembangan program EA
PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) berkomitmen melanjutkan pengembangan program ...
(Antara) 12/10/26 21:28 119249
Setiap aliran listrik yang menggerakkan pompa air di sawah, mendukung peralatan pertanian, dan menghidupkan sistem peternakan membawa peluang bagi masyarakat untuk berkembang.
Makassar (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) berkomitmen melanjutkan pengembangan program Electrifying Agriculture untuk mendukung transformasi sektor agrikultur lebih modern, berkelanjutan, sekaligus meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha masyarakat.
“Setiap aliran listrik yang menggerakkan pompa air di sawah, mendukung peralatan pertanian, dan menghidupkan sistem peternakan membawa peluang bagi masyarakat untuk berkembang,” ujar General Manager PLN UID Sulselrabar Didik Wicaksono melalui keterangannya, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin.
Dia mengatakan pengembangan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memperluas manfaat listrik, terutama dalam menggerakkan sektor produktif yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
PLN UID Sulselrabar mencatat sebanyak 4.438 pelanggan program Electrifying Agriculture dengan total daya tersambung mencapai 208.553,3 kiloVolt Ampere (kVA) hingga September 2026.
Program yang dijalankan sejak 2021 itu menjadi upaya PLN mendorong pemanfaatan listrik untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di wilayah Sulsel, Sulawesi Tenggara (Sulteng), dan Sulawesi Barat (Sulbar).
“Melalui Electrifying Agriculture, kami mendorong pemanfaatan listrik yang lebih produktif dan efisien guna membantu petani menekan biaya operasional, meningkatkan hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan,” kata Didik.
Menurut dia, momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 pada 27 Oktober 2026 menjadi pengingat bagi PLN untuk terus menghadirkan manfaat listrik yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Didik mengatakan pemanfaatan listrik di sektor agrikultur tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pelanggan dan daya tersambung, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha melalui kegiatan produksi yang lebih efisien.
PLN juga mendorong pemanfaatan listrik untuk berbagai kebutuhan usaha agrikultur, mulai dari pompa irigasi dan sistem pengairan hingga pencahayaan, ventilasi, serta peralatan pendukung peternakan. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menjalankan kegiatan produksi secara lebih praktis dan modern.
Ia menambahkan, pengembangan Electrifying Agriculture membutuhkan sinergi antara PLN, pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar pemanfaatan listrik sesuai dengan kebutuhan di lapangan, termasuk dukungan infrastruktur ketenagalistrikan yang memadai.
Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
#electrifying-agriculture #ketenagalistrikan #pln-uid-sulselrabar #pln