Dirut Bulog pastikan cadangan beras aman di tengah ancaman El Nino
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan cadangan beras nasional dalam kondisi aman menyusul adanya ancaman dampak fenomena El Nino yang ...
(Antara) 12/10/26 22:39 120330
Saat ini realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) Perum Bulog secara keseluruhan telah mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton
Sidoarjo (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan cadangan beras nasional dalam kondisi aman menyusul adanya ancaman dampak fenomena El Nino yang terjadi sekarang ini.
"Saat ini realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) Perum Bulog secara keseluruhan telah mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton," kata Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau pasokan beras di Gudang Bulog Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin.
Ia mengatakan di tengah paceklik produksi yang membayangi pasar global tersebut Indonesia patut bersyukur karena pasokan beras domestik masih dapat terjaga dengan baik.
"Ketersediaan stok itu langsung dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah intervensi pasar untuk menjaga stabilitas," katanya.
Ia mengatakan sejak awal tahun pihaknya bersama dengan pemangku kepentingan terkait seperti Babinsa dan Babinkamtibmas melakukan penyerapan sebanyak-banyaknya beras petani atau hasil panen petani.
"Sehingga stok kami sampai kemarin di pertengahan September itu puncaknya 5,4 juta ton. Tujuannya untuk bisa cadangan umum kita bisa bagi-bagi beras ke masyarakat," katanya.
Dia juga memastikan pasokan aman sampai dengan pertengahan tahun depan karena stok sekarang 4,5 juta.
"Nah, 4,5 juta ton ditambah dengan stok yang ada di umum, di masyarakat Itu yang dijual ke restoran, kafe, di rumah-rumah, di warung-warung itu ada itu 10 juta ton. Ditambah lagi yang sudah standing crop itu yang sudah ditanam," katanya.
Ia menegaskan hasil prediksi Kementerian Pertanian dalam setahun ini estimasinya bisa 12 juta ton. Namun, dengan adanya El Nino, maka mereka turun estimasinya antara 9 juta ton sampai 10 juta ton.
"Nah, kalau 10 juta ton ditambah 10 juta ton ditambah 4,5 juta ton kan 24,5 juta ton. Kebutuhan makan orang Indonesia per bulan itu 2,2 juta ton," katanya.
Ia mengatakan kalau 2,2 juta ton sekarang sudah Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli.
"Bulan Juli 2027 itu baru 22 juta ton. Kita punya 24 juta ton kan. Nah, sampai Juli 2027 itu baru hampir habis. Kita masih ada stok lebih kurang 2 juta ton," katanya.
Ia mengatakan pada 2027 bulan Maret atau April itu ada puncak panen lagi sehingga masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu bahwa stok pangan terjamin dan pasti akan terpenuhi.
"Ini adalah indikasi Indonesia swasembada pangan berkelanjutan di 2026," katanya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026