Praktisi: Kapanewon Temon jadi motor penggerak ekonomi Kulon Progo

Praktisi: Kapanewon Temon jadi motor penggerak ekonomi Kulon Progo

Praktisi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Kus Endarto menilai Kapanewon Temon di Kabupaten Kulon Progo memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ...

(Antara) 25/10/26 19:03 1204080

Kulon Progo (ANTARA) - Praktisi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Kus Endarto menilai Kapanewon Temon di Kabupaten Kulon Progo memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui sektor pariwisata yang didukung oleh kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai magnet arus manusia dan investasi.

Kus Endarto di Kulon Progo, DIY, Minggu, mengungkapkan kunci keberhasilan pembangunan ekonomi Kulon Progo terletak pada kemampuan daerah dalam mengoptimalkan potensi YIA.

"Keberadaan bandara dinilai harus mampu mengubah penumpang yang datang menjadi wisatawan yang singgah, menginap, serta berbelanja," kata Kus Endarto.

​Menurut dia, Kulon Progo memiliki keunggulan komparatif yang sangat beragam, mulai dari lanskap Perbukitan Menoreh hingga kawasan pesisir pantai.

Selain itu, basis pertanian, pangan lokal, dan identitas perdesaan Menoreh menjadi modal kuat untuk memberikan variasi pengalaman wisata dalam satu wilayah.

​Untuk memperkuat sektor tersebut, pengembangan pariwisata Kulon Progo difokuskan pada beberapa indikator kinerja utama.

Indikator ini mencakup peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata, jumlah kunjungan, lama tinggal (length of stay), belanja wisatawan, penyerapan tenaga kerja, hingga peningkatan investasi.

​Berdasarkan arah RPJPD Kulon Progo 2025–2045, koridor prioritas utama pengembangan pariwisata meliputi Temon, Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh, yang kemudian diperkuat oleh Nanggulan dan Kalibawang.

"Dari kawasan tersebut, Kapanewon Temon ditempatkan sebagai fokus prioritas utama dalam lima tahun mendatang," katanya.

​Kawasan Temon dinilai sangat potensial karena lokasinya yang melekat dengan bandara YIA, aksesibilitas yang memadai, serta berdekatan dengan destinasi wisata pantai.

Oleh karena itu, arah pengembangan Temon difokuskan pada penguatan wisata industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

​Meski demikian, Kus Endarto menyoroti tantangan yang masih dihadapi di kawasan tersebut. Saat ini, telah beroperasi tiga hotel besar di Kapanewon Temon, yaitu Hotel Morazen, Hotel Novotel, dan Hotel Ibis. Namun, tingkat keterisian atau okupansi hotel-hotel tersebut diakui masih sangat minimalis.

​Untuk mengatasi persoalan ini, Kus Endarto menekankan perlunya sebuah magnet khusus yang dapat membuat masyarakat atau wisatawan secara sengaja berkunjung dan datang ke Kulon Progo, bukan sekadar melintas.

"​Salah satu usulan strategis yang didorong adalah pembangunan kompleks arena indoor multifungsi bertaraf internasional di dekat kawasan YIA," katanya.

Lebih lanjut, Kus Endarto mengatakan fasilitas ini diharapkan memiliki peran dan konsep yang serupa dengan Indonesia Arena di kompleks GBK Jakarta.

​Kompleks arena indoor multifungsi tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan MICE dan acara berskala nasional maupun internasional di Kulon Progo dan sekitarnya.

"Kehadiran arena ini beserta kalender acara yang berkelanjutan dinilai akan menjadi alasan utama perjalanan wisatawan," katanya.

​Berdasarkan rancangan konsep kawasan Arena YIA di Kebonrejo, Temon, fasilitas ini disiapkan di atas lahan konseptual seluas kurang lebih 10 hektare dengan kapasitas mencapai sekitar 8.000 penonton.

Kawasan tersebut akan dilengkapi dengan arena indoor berukuran sekitar 120 x 100 meter, plaza UMKM, gedung parkir empat lantai, serta area hijau dan kolam retensi.

​Selain itu, fasilitas pendukung modern seperti plaza dan air mancur, jogging track, masjid dua lantai, loading dock, area parkir VIP/VVIP bawah tanah, serta usulan helipad di bagian atap juga terintegrasi dalam kawasan tersebut.

"Langkah ini diharapkan dapat merealisasikan konsep YIA sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kulon Progo secara berkelanjutan," katanya.

Pewarta: Sutarmi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

#kapanewon-temon #kulon-progo #yia #dprd-kulon-progo #motor-penggerak-ekonomi

https://www.antaranews.com/berita/5810767/praktisi-kapanewon-temon-jadi-motor-penggerak-ekonomi-kulon-progo