BI: Meuseuraya festival 2026 hasilkan Rp3 miliar transaksi UMKM Aceh
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh mencatat nilai transaksi dari jual-beli produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Aceh dalam kegiatan ...
(Antara) 26/10/26 14:30 1308899
Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh mencatat nilai transaksi dari jual-beli produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Aceh dalam kegiatan Meuseuraya Festival 2026 mencapai Rp3 miliar lebih.
"Pameran produk UMKM makanan, minuman, wastra, dan kriya telah mencapai akumulasi transaksi penjualan lebih kurang Rp3 miliar," kata Kepala KPwBI Aceh, Agus Chusaini, di Banda Aceh, Senin.
Laporan itu disampaikan Agus Chusaini dalam penutupan Meuseuraya Festival 2026, di Balee Meuseuraya Aceh (BMA) Banda Aceh. Nilai tersebut berdasarkan hasil pencatatan melalui transaksi digital atau via QRIS selama event berlangsung.
Sebagai informasi, KPwBI Aceh telah melaksanakan Meuseuraya Festival 2026 dengan tajuk "Meukarya Wastra Indatu" ini berlangsung sejak 22-25 Oktober 2026, di Gedung BMA, Banda Aceh.
Pelaksanaan Meuseuraya Festival 2026 ini melibatkan 150 pelaku UMKM, baik usaha makanan, minuman, wastra, kriya, dan usaha kreatif lokal lainnya, serta, bazar kuliner hingga kopi Aceh.
Agus menyampaikan, Meuseuraya Festival tahun ini mencapai 10.000 pengunjung. Dan mereka secara aktif melakukan transaksi serta mengikuti ragam kegiatan di sana mulai dari talkshow, donor darah, perlombaan dan lainnya.
Selain transaksi jual-beli, kata Agus, kegiatan Meuseuraya Festival tersebut juga mencatatkan nilai business matching sekitar Rp13,7 miliar, dan hasil ini mendukung perluasan akses pasar UMKM Aceh ke pasar ritel domestik maupun mancanegara.
"Tak hanya itu, kegiatan ini juga telah memfasilitasi kesepakatan pembiayaan untuk UMKM dari perbankan sekitar Rp1,5 miliar, dan sudah ditandatangani bersama," ujarnya.
Agus menambahkan, Meuseuraya Festival ini terlaksana dengan baik berkat kolaborasi kemitraan yakni Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota se Aceh dalam hal ini Dekranasda, asosiasi perbankan serta stakeholder lainnya.
"Semoga kolaborasi ini dapat terus kita pupuk untuk memberikan manfaat secara menyeluruh bagi perekonomian Aceh. Terima kasih dan apresiasi kami kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan Meuseuraya Festival 2026 ini," kata Agus Chusaini.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P Gozali menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong penguatan UMKM di Aceh melalui peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, penguatan kemitraan, serta digitalisasi dan akses pembiayaan syariah.
"Meuseuraya Festival menjadi wadah pengembangan UMKM secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas dan kualitas produk hingga perluasan akses pasar dan pembiayaan," katanya.
Ia mengapresiasi para perajin dan pelaku UMKM yang berperan sebagai penggerak utama ekonomi rakyat. Selain menjaga warisan budaya Aceh, mereka juga menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan kebanggaan terhadap produk daerah.
Menurutnya, kekayaan budaya merupakan modal penting bagi pengembangan ekonomi daerah. Melalui semangat gotong royong, kreativitas pelaku usaha dapat dipertemukan dengan dukungan pemerintah daerah, perbankan, dan berbagai mitra untuk mendorong UMKM Aceh semakin maju dan berdaya saing.
"Harapan kita sederhana, semakin banyak produk yang terjual, semakin luas pasar yang terbuka, dan semakin kuat kerja sama yang berlanjut setelah festival ini," demikian Ricky P Gozali.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#aceh #bank-indonesia #umkm #meuseuraya-festival #transaksi-keuangan #pameran