Bappenas sebut program MBG bagian dari infrastruktur sosial
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan ...
(Antara) 26/10/26 18:12 1328693
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur sosial guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa paradigma pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berfokus pada fisik semata, seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan, melainkan juga harus menyasar infrastruktur sosial.
"Belanja yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan yang terbesar adalah memberi makan. Karena tidak mungkin (masyarakat sehat) kalau makanannya tidak cukup, ya harus negara yang ambil alih," ujar Rachmat dalam acara Danantara Technology & Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan pemenuhan pangan dan nutrisi yang cukup serta penanganan masalah tengkes (stunting) merupakan fondasi utama dalam pembangunan manusia. SDM yang sehat secara jasmani dan rohani dinilai mutlak diperlukan agar mampu berkontribusi pada produktivitas perekonomian.
Rachmat menyampaikan bahwa kekayaan alam tidak akan memberikan dampak optimal tanpa ditopang oleh kualitas manusia yang mumpuni.
"Kalau resources yang kita miliki tidak didukung dengan pengembangan sumber daya manusia, maka resources yang kita ekspor hanya yang ekstraktif, tidak ada nilai tambah. Karena itu kita perlu membangun infrastruktur sosial," tuturnya.
Setelah kebutuhan gizi dasar dan kesehatan masyarakat terjamin, lanjut dia, pembangunan SDM diarahkan pada penguatan kualitas pendidikan, khususnya di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dinilai sangat krusial agar Indonesia mampu mengolah sumber daya alam sendiri menjadi produk industri bernilai tambah tinggi, alih-alih sekadar menjual bahan mentah.
Selain infrastruktur sosial, Rachmat menekankan pentingnya sinergi bersama tiga pilar infrastruktur lainnya, yakni infrastruktur fisik, ekonomi, dan digital.
"Kalau empat-empatnya dikembangkan oleh pemerintah, kita harapkan pertumbuhan ekonomi akan tinggi dan berkelanjutan. Ini yang pernah kita lakukan pada periode tahun 1970-an sampai 1980-an dengan resources yang saat itu masih berupa pertanian," paparnya.
Ia menambahkan potensi Indonesia saat ini jauh lebih besar karena didukung ketersediaan mineral kritis yang sangat dibutuhkan industri global untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026