Kemenbud mengarahkan MTN seni budaya ciptakan nilai tambah ekonomi
Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Syukur Asih Suprojo mengatakan penguatan ekosistem ...
(Antara) 26/10/26 18:52 1332643
Pemajuan kebudayaan melalui MTN tetap berpijak pada perlindungan identitas dan jati diri bangsa di kancah internasional.
Jakarta (ANTARA) - Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Syukur Asih Suprojo mengatakan penguatan ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN) seni budaya diarahkan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi karya.
“Jadi memang kita coba tadi sebuah ekosistem yang terintegrasi dari MTN seni budaya bagaimana mendorong hilirisasi karya untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, bagaimana kita berjejaring, berkolaborasi, juga mengenalkan market,” ujar Syukur Asih Suprojo pada agenda Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus, di Gedung Kesenian Sunan Ambu, ISBI Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin.
Kendati begitu, dia menekankan bahwa komersialisasi dan orientasi pasar harus berjalan seimbang dengan upaya pelestarian akar budaya nasional.
Menurut Syukur, pemajuan kebudayaan melalui MTN tetap berpijak pada perlindungan identitas dan jati diri bangsa di kancah internasional.
“Di satu sisi, memang kebudayaan itu secara umum kan sebagai enginegrowth ekonomi, untuk pertumbuhan ekonomi dari sisi kebudayaan. Tapi, jangan lupa akar budaya kita ini yang luar biasa, Indonesia sebagai negara mega diversity ini yang harus terus kita jaga identitas kebudayaan kita,” ujarnya.
Dalam konteks ini, kunci untuk melakukan penguatan ekosistem MTN (seni budaya, riset dan inovasi, serta olahraga) adalah kolaborasi dan komitmen jangka panjang antarpemangku kepentingan dengan meninggalkan ego sektoral.
“Desain besar MTN dari tiga sektor ini yang harus sama-sama kita dorong. Jadi ini bukan program sesaat, tapi memang desain untuk program Indonesia Emas 2045. Saya yakin kalau dengan komitmen jangka panjang, bukan inisiatif sesaat dan kerjanya adalah kolaboratif, ini saya rasa nanti tujuan atau goal dari desain besar MTN ini akan terlaksana,” kata dia lagi.
Syukur menerangkan bahwa Kemenbud menyusun trajektori yang terstruktur dalam program MTN seni budaya, mencakup tahap pendataan, pembibitan, pengembangan kapasitas, hingga pencapaian rekognisi internasional.
Tata kelola setiap subsektor, seperti film, musik, seni pertunjukan, seni rupa, hingga sastra, dilakukan dengan melibatkan tim ahli di masing-masing bidang. Penyelenggaraan strategi ini juga didukung pengembangan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) guna memastikan seluruh data talenta seni budaya tercatat secara terpadu dalam satu basis data (talent pool).
Pada tahap pembibitan dan penemuan potensi diri, MTN seni budaya menghadirkan program edukatif seperti pelibatan tokoh inspiratif (public figure) serta penyelenggaraan panggung penggalian bakat di tingkat komunitas guna memotivasi generasi muda.
Di tahap pengembangan, penguatan kapasitas seniman dilaksanakan melalui program residensi dan laboratorium kreasi (MTN Lab). Integrasi ke dalam industri diwujudkan melalui partisipasi pada ajang seni komersial seperti Art Jakarta maupun penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia.
“Kita hubungkan talent-talent bidang musik dengan industri musik yang ada. Jadi, di situ juga fungsi dari MTN sampai nanti kepada yang pengenalan internasional atau rekognisi internasional,” ujar Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kemenbud itu pula.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
#kemenbud #mtn #mtn-seni-budaya #sistem-informasi-manajemen-talenta #manajemen-talenta