ASEPHI targetkan transaksi ritel di INACRAFT capai Rp100 miliar
Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) menargetkan transaksi ritel di pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang ...
(Antara) 07/10/26 21:44 13335
Dalam lima hari penyelenggaraan kami menargetkan 80.000 pengunjung dengan transaksi ritel Rp100 miliar
Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) menargetkan transaksi ritel di pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang menampilkan produk kriya unggulan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 7-11 Oktober 2026 mencapai Rp100 miliar.
“Dalam lima hari penyelenggaraan kami menargetkan 80.000 pengunjung dengan transaksi ritel Rp100 miliar,” kata Ketua Umum BPP ASEPHI Hatman di Jakarta, Rabu.
Selain itu, pihaknya menargetkan potensi kontrak dagang senilai 2,7 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp48 miliar lebih tercapai dalam pameran produk-produk kriya nusantara tersebut.
Ia mengatakan bahwa INACRAFT merupakan Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara mengusung Spirit Technocraft dan Regenerasi Perajin Muda.
Dalam edisi kelima ini ASEPHI mendorong regenerasi perajin muda melalui perpaduan kearifan lokal, teknologi, dan inovasi pasar.
Ia mengatakan tema tersebut sekaligus menjadi upaya membangkitkan semangat youthpreneur dan memperkuat regenerasi industri kerajinan Indonesia.
“Technocraft membangkitkan semangat pengusaha muda (youthpreneur), menyatukan tradisi, teknologi, dan inovasi menjadi proses kreatif pengembangan produk, sesuai komitmen ASEPHI menggerakkan regenerasi industri kerajinan Indonesia," kata dia.
Menurut dia tema Technocraft dirancang sebagai jembatan antara kekayaan kriya tradisional Indonesia dan kebutuhan industri modern.
“Teknologi ditempatkan sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing, presisi, dan nilai tambah produk tanpa menghilangkan identitas budaya serta keterampilan tangan para perajin,” kata dia.
Ia menambahkan untuk memperkuat ekosistem tersebut, ASEPHI menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, dan Universitas Indonesia.
ASEPHI juga menggandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk sosialisasi merek dan Indikasi Geografis serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menghadirkan kembali ruang edukasi permainan tradisional anak Indonesia.
Pameran INACRAFT October 2026 terbuka untuk masyarakat umum pada pukul 10.00-21.00 WIB dengan tiket masuk Rp35.000.
Selain menampilkan produk kriya unggulan, pameran ini menghadirkan sejumlah agenda, seperti Business Forum, Craft Talk, Workshop, Digital Lounge, Craft Experience, dan INACRAFT Appreciation Night.
Sebelumnya Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi konsistensi ASEPHI menyelenggarakan INACRAFT selama lebih dari dua dekade.
Menurut dia pameran tersebut menjadi salah satu pijakan bagi pengembangan pasar ekspor produk kerajinan Indonesia.
“Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPP ASEPHI serta seluruh pemangku kepentingan yang konsisten membesarkan eksistensi INACRAFT,” kata dia.
Menurut dia selama lebih dari dua dekade, pameran ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan telah menjadi etalase kriya terbesar, paling bergengsi, dan paling dinamis di kawasan Asia Tenggara.
Ia menyebut penyelenggaraan INACRAFT sejalan dengan tiga program prioritas Kementerian Perdagangan, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan mendorong produk lokal menuju pasar global.
Kinerja ekspor produk home decor Indonesia pada Januari-Juli 2026 juga menunjukkan pertumbuhan, dengan nilai mencapai US$821 juta atau naik 6,8 persen.
“INACRAFT October 2026 adalah cerminan nyata dari ketiga program tersebut," kata dia.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026