DKPP Jabar-IPB gandeng konsorsium dunia perkuat koperasi sapi perah
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat menggandeng Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, serta konsorsium riset internasional IndoDairy 2, ...
(Antara) 26/10/26 20:06 1338900
Bandung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat menggandeng Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, serta konsorsium riset internasional IndoDairy 2, memperkuat kelembagaan dan tata kelola layanan koperasi susu sapi perah rakyat di seluruh Jawa Barat.
Kepala DKPP Provinsi Jawa Barat Linda Al Amin di Bandung, Senin, menyatakan bahwa penataan kelembagaan koperasi susu ditempatkan sebagai pilar utama dalam membangun rantai pasok susu nasional yang berdaya saing tinggi serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan peternak rakyat.
"Koperasi memiliki posisi strategis dalam menghubungkan peternak dengan sistem produksi, pengumpulan, penanganan, pengolahan, hingga pemasaran susu segar. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas koperasi perlu dilakukan secara berkelanjutan," ujar Linda Al Amin.
Linda menyebut sinergi lintas negara dan akademisi itu, ditegaskan dalam forum "Provincial Dairy Cooperatives Workshop" bertema Pembelajaran dari Lapangan untuk Memperkuat Layanan Koperasi Susu yang diselenggarakan di Bandung, beberapa waktu lalu.
Dalam workshop tersebut, DKPP Jabar bersama konsorsium peneliti membedah hasil evaluasi pendekatan intervensi rantai nilai (value chain) pada sejumlah sampel koperasi susu di lapangan guna memetakan tantangan riil tata kelola dan mutu pangan asal hewan.
Linda menerangkan, penguatan koperasi tidak hanya berfokus pada administrasi internal, melainkan mencakup pendampingan teknis pemeliharaan ternak, manajemen pakan, hingga penerapan higienitas pemerahan yang standar.
Menurut Linda, tata kelola koperasi yang tangguh, dinilai dia, bakal mendongkrak posisi tawar (bargaining position) peternak di hadapan industri pengolahan susu, sekaligus memangkas inefisiensi produksi di tingkat peternak rakyat.
DKPP Jabar memastikan bahwa temuan ilmiah dan pembelajaran lapangan dari konsorsium riset IndoDairy 2 serta para akademisi dalam dan luar negeri akan dijadikan landasan formulasi kebijakan pengembangan peternakan sapi perah Jawa Barat ke depan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan model pelayanan koperasi yang adaptif, transparan, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan pasar susu nasional.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, pengurus koperasi, dan pelaku usaha agar industri susu segar lokal semakin mandiri serta mampu menopang ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan," tutur Linda.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026