Indonesia–India bangun koridor kreatif berbasis AI di KEK Singhasari
Kementerian Ekonomi Kreatif bersama India membangun Indonesia–India Creative Tech Corridor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Jawa Timur, untuk ...
(Antara) 26/10/26 20:57 1343670
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif bersama India membangun Indonesia–India Creative Tech Corridor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Jawa Timur, untuk mengembangkan kekayaan intelektual (IP) lokal melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan memperluas akses karya kreatif ke pasar global.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kerja sama ini menghubungkan talenta dan IP kreatif Indonesia dengan teknologi serta kapabilitas produksi audiovisual India sebagai tindak lanjut dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
“Kami ingin komitmen yang telah dibangun dalam WCCE dapat diterjemahkan menjadi kemitraan konkret yang menciptakan peluang ekonomi yang bermakna,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan Kementerian Ekonomi Kreatif mengapresiasi inisiatif KEK Singhasari dalam menjalin kerja sama dengan India untuk mengembangkan AI dengan tetap melibatkan talenta dan IP lokal. Menurut dia, IP karakter Indonesia berpeluang dikembangkan lebih jauh agar dapat menjangkau pasar internasional.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Lokanima di KEK Singhasari dan sejumlah mitra industri dari Indonesia dan India. Kolaborasi mencakup pengembangan teknologi kreatif, AI, penciptaan IP, serta distribusi konten audiovisual ke pasar internasional.
Dalam peluncuran ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perkembangan AI dan teknologi digital dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan sekaligus membuka peluang pekerjaan dan keterampilan baru di sektor kreatif.
Salah satu sektor yang akan tumbuh sangat cepat di seluruh dunia adalah pusat data dan semikonduktor yang menguatkan kapasitas komputasi nasional seperti apa yang telah dilakukan melalui KEK Singhasari.
“AI bukan hanya substitusi pekerjaan, tetapi juga penciptaan pekerjaan dan keterampilan,” kata Airlangga.
Sementara itu, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India untuk Indonesia Bijay Selvaraj menilai kekuatan narasi budaya Indonesia dan ekosistem audiovisual serta teknologi India dapat saling melengkapi.
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, para pihak juga membentuk Creative Tech Sandbox di KEK Singhasari sebagai ruang uji coba pemanfaatan AI dan teknologi baru bagi kreator serta pelaku industri.
Kolaborasi ini turut menargetkan penayangan perdana hasil karya bersama kedua negara dalam World Audio Visual and Entertainment Summit (WAVES) 2027 di Mumbai, India.
Sejumlah mitra yang terlibat dalam penandatanganan MoU antara lain kreator IP Fun Cican, Prodigi AI, LPP TVRI, Cinepolis, Xelta dari MatchBest Group, Galleri5 India, dan Collective Studios dari Collective Artists Network.
Sektor ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai nilai 135 miliar USD pada 2026 dan melonjak hingga 366 miliar USD pada 2030, didukung oleh lebih dari 235 juta pengguna internet.
Untuk mengawal potensi besar tersebut, pemerintah menyusun Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional yang berfokus pada empat pilar yakni infrastruktur digital, riset dan inovasi, pengembangan SDM, serta tata kelola AI yang bertanggung jawab.
Melalui kerja sama ini, pengembangan teknologi kreatif diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan talenta lokal dan pemanfaatan IP Indonesia untuk memperluas jangkauan karya ke pasar global.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
#kerjasama-indonesia-india #ai-kek-singhasari #creative-tech-sandbox #kerjasama-ai #ekonomi-digital #ip-karakter-indonesia