Kemendag catat potensi produk kecantikan RI di Dubai Rp39,8 miliar

Kemendag catat potensi produk kecantikan RI di Dubai Rp39,8 miliar

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mencatat potensi transaksi produk kecantikan dan perawatan tubuh ...

(Antara) 13/10/26 15:31 135074

Kehadiran Paviliun Indonesia di ajang Beautyworld Dubai 2026 merupakan langkah strategis, mengingat Dubai merupakan pusat industri kecantikan global dengan tingkat pengeluaran per kapita tertinggi di dunia

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mencatat potensi transaksi produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia sebesar Rp39,8 miliar di Beautyworld Dubai 2026.

“Kehadiran Paviliun Indonesia di ajang Beautyworld Dubai 2026 merupakan langkah strategis, mengingat Dubai merupakan pusat industri kecantikan global dengan tingkat pengeluaran per kapita tertinggi di dunia,” ujar Puntodewi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia dipamerkan dalam pameran Beautyworld Dubai 2026.

Paviliun Indonesia mencatatkan potensi transaksi 2,23 juta dolar AS atau sekitar Rp39,8 miliar. Beautyworld Dubai 2026 berlangsung pada 6—8 Oktober 2026 di Sheikh Saeed Hall 3 Dubai World Trade Center, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

“Partisipasi Indonesia ini bertujuan memperkuat citra produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia sekaligus mengirimkan pesan bahwa Indonesia siap bersaing dengan standar dan tren pasar global,” kata Puntodewi.

Paviliun Indonesia seluas 45 meter persegi pada pameran ini merupakan inisiatif Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai dengan dukungan penuh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag.

Menghadirkan enam perusahaan produk kecantikan, Paviliun Indonesia diresmikan oleh Duta Besar RI Abu Dhabi Judha Nugraha.

Dubes Judha menilai, Dubai memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan internasional yang membuka peluang bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar global. Dubai menjadi pusat perdagangan, pariwisata, dan investasi dunia berkat iklim usaha yang kondusif, keterbukaan terhadap produk impor, serta perannya dalam kegiatan reekspor.

“Berbagai pameran internasional di Dubai menarik pengunjung dari kawasan Timur Tengah hingga berbagai belahan dunia. Selain itu, kebijakan kepemilikan asing 100 persen memudahkan investor, termasuk dari Indonesia, untuk mendirikan perusahaan di UEA sekaligus mendorong persaingan usaha yang semakin kompetitif,” kata Dubes Judha.

Keenam perusahaan yang dinaungi Paviliun Indonesia, yaitu PT Sensatia Botanics, PT Bintang Mas Triyasa, BPT Aroma Prima Livindo, PT Mirael Global Manggala, PT Sumber Kosmetika Indah, dan PT Sadewi Ardhi Natha.

Pada Januari—Agustus 2026, total perdagangan Indonesia dengan UEA mencapai 4,31 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke UEA adalah sebesar 2,38 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari UEA 1,93 miliar dolar AS.

Sementara itu, pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan UEA mencapai 6,42 miliar dolar AS. Nilai ekspor Indonesia ke PEA adalah 4,02 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari PEA 2,39 miliar dolar AS.

Ekspor produk kecantikan Indonesia (kosmetik, parfum, sabun, produk perawatan tubuh) ke dunia pada tahun 2025 mencapai 1,57 miliar dolar AS. Ekspor jenis produk kecantikan ke UEA pada 2025 didominasi sabun sebesar 60,41 persen; beragam perawatan tubuh termasuk sampo dan keperluan mandi lainnya, keperluan pracukur dan sesudahnya sebesar 17,53 persen; wewangian sebesar 12,29 persen; dan perawatan wajah sebesar 9,77 persen.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

#produk-kecantikan-indonesia #dubai #kementerian-perdagangan #protensi-produk-kecantikan-indonesia

https://www.antaranews.com/berita/5783476/kemendag-catat-potensi-produk-kecantikan-ri-di-dubai-rp398-miliar