Menperin: Diversifikasi produk kain ulos bisa tembus ekspor

Menperin: Diversifikasi produk kain ulos bisa tembus ekspor

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyebut diversifikasi produk kain ulos menjadi busana siap pakai, aksesori fesyen, dekorasi interior, ...

(Antara) 13/10/26 15:42 135283

Kita tidak cukup hanya menjaga agar ulos tetap ada, tetapi juga harus memastikan agar ulos tetap hidup, digunakan, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjaganya

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyebut diversifikasi produk kain ulos menjadi busana siap pakai, aksesori fesyen, dekorasi interior, hingga cinderamata, membuka peluang bagi industri kecil menengah (IKM) tenun ulos untuk menembus pasar ekspor.

Sarmuji menyampaikan, pengembangan produk berbasis kain tradisional Batak tersebut dapat memperluas pemanfaatan ulos sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi para perajin.

"Kita tidak cukup hanya menjaga agar ulos tetap ada, tetapi juga harus memastikan agar ulos tetap hidup, digunakan, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjaganya," ujar Sarmuji di Jakarta, Selasa.

Menurut Sarmuji, peluang pengembangan ulos tercermin dari kinerja ekspor tenun ikat Indonesia. Pada semester I 2026, nilai ekspor tenun ikat mencapai 34 ribu dolar AS, meningkat 150 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13,6 ribu dolar AS.

Dari sisi produksi, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 mencatat terdapat 43 sentra tenun ulos di Sumatera Utara, antara lain di Tapanuli Utara, Toba, Samosir, dan Simalungun.

Menurut Sarmuji, keberadaan sentra produksi tersebut menjadi modal bagi pengembangan IKM tenun ulos, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional, baik untuk produk fesyen maupun produk turunan lainnya.

Di sisi lain, ia menegaskan pelestarian ulos tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga keberlanjutan tradisi menenun yang selama ini banyak dijalankan perempuan. Aktivitas tersebut tidak hanya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga mendukung perekonomian keluarga dan daerah.

"Ulos bukan sekadar kain atau produk budaya, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas, tradisi, dan penghidupan masyarakat Batak, karena di setiap lembar ulos tersimpan ketekunan, keterampilan, serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun," kata dia.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita mengatakan, industri tenun tradisional masih menghadapi tantangan, antara lain keberlanjutan keterampilan menenun, regenerasi perajin, inovasi desain, dan peningkatan kualitas produk.

"Kementerian Perindustrian berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ekosistem industri ulos melalui sejumlah program pengembangan dan pembinaan, seperti penguatan SDM dan kewirausahaan melalui pelatihan, webinar, talkshow, serta penumbuhan wirausaha baru IKM," kata Reni.

Ia menambahkan, pemerintah juga mendukung perlindungan kekhasan produk daerah melalui sertifikasi Indikasi Geografis.

"Produk ulos yang telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis adalah Tenun Ulos Ragidup Silindung dari Tapanuli Utara. Ini merupakan aset bagi masyarakat Tapanuli Utara dan khususnya perajin ulos," ujarnya.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

#menperin #pemajuan-industri #industri-domestik #industri-tenun

https://www.antaranews.com/berita/5783490/menperin-diversifikasi-produk-kain-ulos-bisa-tembus-ekspor