DDMF sebut ketahanan energi jadi salah satu pilar strategi
Danantara Development Management Fund (DDMF) menjadikan ketahanan energi sebagai salah satu pilar strateginya, sebab berpengaruh terhadap kedaulatan nasional ...
(Antara) 13/10/26 16:41 135855
Jakarta (ANTARA) - Danantara Development Management Fund (DDMF) menjadikan ketahanan energi sebagai salah satu pilar strateginya, sebab berpengaruh terhadap kedaulatan nasional dalam hal mengurangi ketergantungan impor.
“Saat ini, energi menjadi topik yang sangat penting bagi kami,” ucap Managing Director, Development Investment, Danantara Development Management Fund Rachmat Kaimuddin dalam acara peluncuran IES 2027 yang digelar di Jakarta, Selasa.
Rachmat menyampaikan terdapat dua cara untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Cara pertama adalah dengan menciptakan lebih banyak energi di dalam negeri.
Kemudian, tutur Rachmat melanjutkan, cara kedua adalah dengan berfokus pada bagaimana penggunaan energi di dalam negeri.
Terkait dengan cara mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, Rachmat menganjurkan perubahan pola penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari, dari yang semula menggunakan energi fosil seperti bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, menjadi listrik.
“Daripada mengimpor fosil, kita bisa menggunakan kelistrikan di dalam negeri,” ucap Rachmat.
Rachmat menyampaikan Indonesia masih mengimpor sekitar 20 persen kebutuhan energinya, yakni BBM dan LPG. Ia meyakini, dengan perubahan pola konsumsi energi masyarakat, Indonesia bisa mengurangi ketergantungannya terhadap impor energi.
“Kita harus mengubah cara kita bertransportasi dan cara kita memasak. Itu untuk mewujudkan pilar kedaulatan (energi) atau substitusi impor,” ucap Rachmat.
Diwartakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan kompor listrik dengan daya di bawah 900 kilovolt ampere (kVA) untuk rumah tangga, sebagai langkah konversi kompor LPG menjadi kompor listrik.
Ia juga mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk program kompor listrik dalam rangka mengurangi ketergantungan impor LPG.
Selain kompor listrik, Bahlil juga mengusulkan alokasi anggaran dalam RAPBN 2027 sebesar Rp635,24 miliar untuk program konversi motor listrik.
Anggaran tersebut nantinya dikelola oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
#ketahanan-energi #danantara-development-management-fund #ddmf #kompor-listrik #motor-listrik
https://www.antaranews.com/berita/5783646/ddmf-sebut-ketahanan-energi-jadi-salah-satu-pilar-strategi