BP BUMN tegaskan pentingnya kualitas pembangunan Stadion H. Agus Salim
Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menegaskan pentingnya kualitas terbaik pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim di Kota Padang, Sumatera ...
(Antara) 27/10/26 16:15 1448070
Stadion ini memiliki nilai penting bagi masyarakat Sumatera Barat
Padang (ANTARA) - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menegaskan pentingnya kualitas terbaik pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim di Kota Padang, Sumatera Barat, agar menjadi stadion berstandar FIFA yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai generasi.
“Stadion ini memiliki nilai penting bagi masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, pengerjaannya harus diperhatikan dengan baik agar nantinya mampu menunjang kegiatan olahraga sekaligus menjadi fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” kata Kepala BPBUMN Dony Oskaria di Padang, Selasa.
Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dalam rangka inspeksi progres pembangunan ulang stadion yang dikerjakan melalui kerja sama operasi (KSO) PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya.
PT Hutama Karya adalah BUMN Indonesia yang bergerak di bidang jasa konstruksi, pengembang, serta investasi infrastruktur.
Selanjutnya, PT Adhi Karya adalah BUMN Indonesia yang bergerak di bidang jasa konstruksi, pembangunan infrastruktur, Engineering, Procurement, and Construction (EPC), serta properti.
Ia mengatakan pembangunan stadion tersebut memiliki nilai historis bagi masyarakat Sumatera Barat sehingga proses pengerjaannya harus memperhatikan kualitas struktur, ketahanan terhadap gempa, serta ketelitian dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Pembangunan itu mudah, tetapi membangun dengan kualitas yang baik menjadi tantangan tersendiri. Saya ingin stadion ini dibangun dengan sepenuh hati, memperhatikan detail dan presisi, serta memiliki struktur yang kuat untuk jangka panjang,” ujarnya.
Menurut dia, Stadion H. Agus Salim merupakan aset penting yang diharapkan dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus memastikan hasil pembangunan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, termasuk pemilihan subkontraktor yang memiliki kompetensi agar kualitas pembangunan dapat terjaga.
Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan ulang Stadion Haji Agus Salim juga mencakup pengawasan pelaksanaan pekerjaan serta pemilihan subkontraktor yang kompeten untuk menjaga kualitas pembangunan.
Pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim memiliki nilai kontrak sebesar Rp324,33 miliar termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).
Pekerjaan dilaksanakan oleh KSO Hutama Karya dengan porsi 51 persen dan Adhi Karya sebesar 49 persen.
Proyek tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui pelaksanaan infrastruktur strategis di Sumatera Barat dengan PT Agrinas Jaladri Nusantara sebagai konsultan manajemen konstruksi.
PT Agrinas Jaladri Nusantara adalah BUMN Indonesia yang bergerak di bidang perikanan, kelautan, dan konsultansi konstruksi.
Pembangunan mencakup pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), serta penataan lanskap dan fasilitas pendukung lainnya.
Stadion yang berdiri di atas lahan seluas 53.065 meter persegi itu dirancang memiliki kapasitas 12.067 penonton, terdiri atas 11.273 kursi reguler, 114 kursi VVIP, 488 kursi VIP, dan 192 kursi media.
Selain tribun utama, fasilitas yang direncanakan meliputi lobby VVIP, hall pemain, ruang ganti atlit, ruang pemanasan, ruang wasit, ruang konferensi pers, ruang serbaguna, mushala, fasilitas bagi penyandang disabilitas,lounge VVIP dan royal box.
Selanjutnya, masa pelaksanaan kontrak ditetapkan selama 480 hari kalender, terhitung sejak 9 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2028.
Pewarta: Najmi Aulia
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026