Pemkot Semarang dorong "urban farming" di lahan terbatas
Pemerintah Kota Semarang mendorong masyarakat untuk mengembangkan "urban farming" atau pertanian perkotaan di lahan-lahan terbatas, seperti ...
(Antara) 27/10/26 17:57 1457160
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang mendorong masyarakat untuk mengembangkan "urban farming" atau pertanian perkotaan di lahan-lahan terbatas, seperti pekarangan rumah.
"Keterbatasan lahan di perkotaan tidak menutup peluang masyarakat untuk memproduksi pangan," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Selasa, saat menghadiri panen ubi jalar di lahan percontohan seluas sekitar 1.000 meter persegi.
Ia mengapresiasi apa yang dilakukan kelompok warga di demplot ubi jalar di Jalan Payung Mas Raya, RW 12, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik itu.
Ia menjelaskan, panen kali ini merupakan yang ketiga sejak demplot tersebut dikembangkan, setelah dua kali panen pada 2025.
"Demplot tersebut memanfaatkan \'planter bag\' untuk membudidayakan ubi jalar varietas Sumbawa dan Cilembu," katanya.
Menurut dia, pemanfaatan ruang yang tersedia untuk pertanian perlu terus dikembangkan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memenuhi kebutuhan pangan.
"Lahan yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan, asalkan dikelola dengan tepat dan berkelanjutan," katanya.
Ia menyebutkan bahwa Kota Semarang saat ini memiliki 199 kelompok "urban farming" dan 105 kelompok tanaman pangan.
Karena itu, ia mendorong pengembangan kelompok-kelompok tersebut melalui pendampingan agar kegiatan budi daya dapat berjalan lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain meningkatkan produksi, ia juga menekankan pentingnya diversifikasi pangan dengan memperluas pemanfaatan sumber karbohidrat selain beras, seperti ubi jalar, singkong, dan jagung.
Pengembangan komoditas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memanfaatkan potensi pangan lokal, sekaligus memperkaya pilihan konsumsi masyarakat.
Di sisi lain, kata dia, hasil budi daya juga berpeluang memberikan nilai tambah melalui pengolahan dan pemasaran.
Ubi jalar, misalnya, dapat diolah menjadi keripik, tepung, kue, dan berbagai produk pangan lainnya sehingga pengembangan produk olahan membuka peluang usaha bagi masyarakat, sekaligus memperluas pemanfaatan hasil panen.
"Ketika produksi pertanian terhubung dengan pengolahan dan pasar, \'urban farming\' dapat menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat," katanya.
Agustina berharap demplot ubi jalar di Pudakpayung dapat menjadi inspirasi bagi kelompok pertanian perkotaan lainnya di Kota Semarang.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
#urban-farming #pertanian-perkotaan #budi-daya-uni-jalar #walikota-semarang
https://www.antaranews.com/berita/5815011/pemkot-semarang-dorong-urban-farming-di-lahan-terbatas