Dinas Pertanian Kabupaten Solok kembangkan budidaya tanaman kopi

Dinas Pertanian Kabupaten Solok kembangkan budidaya tanaman kopi

Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengembangkan budidaya tanaman kopi dengan target perluasan lahan mencapai 2.000 hektare sebagai upaya ...

(Antara) 27/10/26 22:23 1480830

Solok (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengembangkan budidaya tanaman kopi dengan target perluasan lahan mencapai 2.000 hektare sebagai upaya meningkatkan produksi dan membuka peluang pemasaran hingga ke pasar ekspor.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi di Solok, Selasa mengatakan pengembangan tanaman kopi tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang diarahkan untuk memperluas areal perkebunan kopi di daerah itu.

Pada 2025, penanaman kopi di Kabupaten Solok telah mencapai 525 hektare dari target pengembangan seluas 2.000 hektare.

Ia mengatakan program tersebut akan dilanjutkan pada tahun ini melalui penambahan bibit kopi yang akan ditanam di sejumlah wilayah di Kabupaten Solok.

Menurut dia, bantuan bibit kopi dari pemerintah pusat tersebut dijadwalkan kembali masuk ke Kabupaten Solok pada tahun ini.

Jumlah bibit yang akan didatangkan tersebut mencapai 1.100 satuan, namun satuan bibit perlu dipastikan kembali agar sesuai dengan data program.

Dinas Pertanian Kabupaten Solok berharap penambahan bibit tersebut dapat mendukung perluasan areal tanam dan mempercepat pencapaian target pengembangan kopi di daerah itu.

Ia menjelaskan, apabila seluruh target penanaman seluas 2.000 hektare telah terealisasi, Kabupaten Solok diharapkan mampu menghasilkan kopi dalam jumlah yang lebih besar.

Peningkatan produksi tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi kopi asal Kabupaten Solok untuk menembus pasar ekspor.

Menurut Deslirizaldi, peluang pengembangan kopi cukup terbuka karena permintaan konsumen terhadap komoditas tersebut dinilai masih tinggi.

Dengan demikian, perluasan lahan dan penambahan bibit menjadi bagian penting dalam mempersiapkan produksi kopi daerah agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Dinas Pertanian Kabupaten Solok berharap pengembangan budidaya kopi dapat meningkatkan produksi perkebunan sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi petani melalui pemasaran hasil panen yang lebih luas.

Deslirizaldi juga menjelaskan bahwa kopi Solok yang telah resmi terdaftar sebagai produk Indikasi Geografis (IG) di Kementerian Hukum dan HAM menjadi salah satu potensi daerah yang perlu dikembangkan.

Status tersebut dapat memperkuat identitas kopi Solok berdasarkan karakteristik dan asal geografisnya, sekaligus menjadi nilai tambah dalam pemasaran. Dengan pengembangan budidaya yang terarah, pihaknya berharap kopi Solok semakin dikenal luas dan berpeluang menembus pasar ekspor.

Sementara itu, seorang petani kopi di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Nur Baini (52) mengatakan harga kopi dalam bentuk ceri merah saat ini mencapai Rp15.000 per kilogram.

Menurut dia, harga tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi petani dalam mengembangkan budidaya kopi. Dengan potensi pasar yang tersedia, pengembangan tanaman kopi diharapkan dapat memberikan peluang pendapatan bagi petani setempat.

Harga tersebut menjadi salah satu informasi yang menggambarkan kondisi pasar kopi di tingkat petani di wilayah sentra pertanian Kabupaten Solok.

Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

#dinas-pertanian #kabupaten-solok #kembangkan-budidaya #tanaman-kopi

https://www.antaranews.com/berita/5815831/dinas-pertanian-kabupaten-solok-kembangkan-budidaya-tanaman-kopi