Kemenekraf fasilitasi potensi pembiayaan Rp4,8 miliar lewat ICEFF

Kemenekraf fasilitasi potensi pembiayaan Rp4,8 miliar lewat ICEFF

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memfasilitasi potensi pembiayaan syariah sebesar Rp4,8 miliar bagi pelaku ekonomi kreatif Batam ...

(Antara) 28/10/26 11:34 1552246

Kementerian Ekraf terus memastikan pelaku ekonomi kreatif tidak hanya memiliki ide dan produk kreatif yang potensial, tetapi juga kesiapan bisnis dan akses pembiayaan yang tepat

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memfasilitasi potensi pembiayaan syariah sebesar Rp4,8 miliar bagi pelaku ekonomi kreatif Batam melalui Program Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) 2026 di Batam, Kepulauan Riau.

Program yang diikuti 50 pegiat ekonomi kreatif hasil kurasi tersebut menjadi upaya memperluas akses pembiayaan syariah melalui penguatan kapasitas bisnis, pendampingan, serta pertemuan langsung dengan lembaga keuangan syariah.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan akses pembiayaan perlu didukung kesiapan bisnis agar pelaku ekonomi kreatif dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kementerian Ekraf terus memastikan pelaku ekonomi kreatif tidak hanya memiliki ide dan produk kreatif yang potensial, tetapi juga kesiapan bisnis dan akses pembiayaan yang tepat,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi, ICEFF yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 dirancang sebagai program bootcamp untuk membantu pelaku usaha menyiapkan kebutuhan pendanaan, mulai dari penyusunan rencana bisnis hingga penyampaian proposal kepada calon pemberi pembiayaan.

Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kemenekraf Anggara Hayun Anujuprana mengatakan program tersebut menjembatani kebutuhan modal pelaku usaha dengan layanan lembaga keuangan syariah melalui peningkatan kapasitas bisnis.

“Pembiayaan yang tepat harus berangkat dari bisnis yang siap. ICEFF mempersiapkan pelaku usaha agar mampu menyusun rencana bisnis, menyampaikan kebutuhan modal, dan menjajaki peluang pembiayaan yang sesuai,” jelas Anggara.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti lokakarya mengenai akses pendanaan dan pembiayaan ekonomi kreatif, permodalan syariah, serta penyusunan pitch deck bisnis. Kegiatan dilanjutkan dengan mentoring dan sesi pitching bersama mentor dari Young Entrepreneur Academy (YEA).

Pada hari kedua, peserta mempresentasikan rencana bisnis di hadapan lembaga keuangan syariah untuk mempertemukan kebutuhan pengembangan usaha dengan peluang pembiayaan yang tersedia.

Pelaksanaan ICEFF di Batam didukung YEA dan tujuh mitra lembaga keuangan syariah, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Syariah Nasional (BSN), Pegadaian Syariah, Maybank Syariah, BRK Syariah Batam, BPRS Syariah Madani, dan BPRS Vitka Central.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kemenekraf Mohammed Ali Berawi menilai kesiapan usaha dan sinergi dengan lembaga keuangan menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Dukungan daerah juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata. Menurut dia, kolaborasi pemerintah, komunitas usaha, dan lembaga keuangan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing pelaku ekonomi kreatif.

Kemenekraf selanjutnya mendorong tindak lanjut atas potensi pembiayaan yang tercatat melalui proses penilaian dan pemenuhan ketentuan masing-masing lembaga keuangan. Dengan demikian, potensi tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai kelayakan usaha dan skema pembiayaan yang tersedia.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#ekraf #pembiayaan-syariah #ekraf-batam

https://www.antaranews.com/berita/5816431/kemenekraf-fasilitasi-potensi-pembiayaan-rp48-miliar-lewat-iceff