OIKN gandeng BUMN dan swasta percepat hunian serta investasi di IKN

OIKN gandeng BUMN dan swasta percepat hunian serta investasi di IKN

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menandatangani perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sektor perumahan serta investasi murni di Kota ...

(Antara) 14/10/26 16:57 156990

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menandatangani perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sektor perumahan serta investasi murni di Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Rabu.

"Penandatanganan kerja sama ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur hunian serta fasilitas pendukung di kawasan Ibu Kota Nusantara," kata Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso menambahkan total investasi tersebut mencakup alokasi lahan seluas 28,82 hektare untuk berbagai proyek strategis badan usaha swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Angka itu belum termasuk nilai proyek KPBU 109 rumah tapak senilai Rp2,8 triliun yang telah ditandatangani sebelumnya pada 6 Oktober 2026.

Salah satu proyek utama yang disepakati adalah pembangunan delapan tower rumah susun (rusun) atas prakarsa badan usaha oleh PT Nindya Karya (Persero) di Wilayah Perencanaan (WP) 1A Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah mengatakan, hunian vertikal ini berperan krusial dalam mendukung kesiapan fasilitas tempat tinggal serta menunjang aktivitas aparatur negara di ibu kota baru.

Rusun yang akan dikelola anak perusahaan PT Nindya Estate Management tersebut berdiri di atas lahan seluas 68.390 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 82.666 meter persegi.

Fasilitas yang diperuntukkan bagi pejabat eselon III ini merangkum total 288 unit dengan luas 190 meter persegi per unit.

Direktur Pengembangan Bisnis & SDM PT Nindya Karya (Persero) Eduard Batubara mengungkapkan bahwa pelaksanaan konstruksi proyek strategis ini dijadwalkan berlangsung selama 15 bulan.

Selain rusun ASN, investasi murni juga masuk dari PT Berdikari (Persero) yang mengembangkan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di WP 3 seluas 17,27 hektare dengan estimasi investasi Rp177 miliar.

Selanjutnya, sektor komersial di KIPP diperkuat oleh PT Java Teak Indo yang membangun showroom mebel khas Jepara di KIPP 1A seluas 0,2 hektare.

PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park juga membangun Grand Vista Nusantara berupa area komersial, apartemen, dan perkantoran di KIPP 1B seluas 3,57 hektare dengan nilai investasi Rp1 triliun.

Rangkaian investasi ditutup oleh PT Laziz Nusantara Grup yang mengembangkan restoran Arab di KIPP 1B seluas 0,54 hektare, serta PT FYP Karya Perdana yang membangun sarana olahraga dan komersial Teras Padu di KIPP 1A seluas 0,45 hektare.

Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#oikn-gandeng-bumn #dan-swasta #percepat-hunian #serta-investasi-di-ikn

https://www.antaranews.com/berita/5786089/oikn-gandeng-bumn-dan-swasta-percepat-hunian-serta-investasi-di-ikn