KNTI dorong pendampingan KUR agar lebih mudah diakses nelayan kecil
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendorong penguatan pendampingan dan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui koperasi, asosiasi, dan ...
(Antara) 28/10/26 16:31 1578840
Jakarta (ANTARA) - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendorong penguatan pendampingan dan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui koperasi, asosiasi, dan organisasi nelayan untuk memperluas akses pembiayaan bagi nelayan kecil.
Ketua KNTI Dani Setiawan mengatakan, kolaborasi antara lembaga penyalur KUR dan organisasi nelayan di tingkat lokal dapat membantu mendekatkan informasi serta layanan pembiayaan kepada masyarakat pesisir yang dinilai memahami kondisi masyarakat setempat, termasuk waktu dan cara yang efektif untuk menyampaikan informasi.
“Menurut kami itu yang efektif, karena mereka yang paham kapan waktu pertemuan yang bisa dilakukan, apa informasi yang bisa disampaikan,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Ia menilai, pendampingan langsung diperlukan agar nelayan kecil lebih mudah memahami persyaratan dan prosedur pengajuan KUR. Menurut Dani permasalahan kebijakan KUR saat ini masih kurang menyentuh nelayan kecil karena tidak semua nelayan memiliki akses informasi yang memadai atau merasa percaya diri untuk mengurus pembiayaan secara langsung ke kantor bank.
Ia menambahkan, kemudahan akses pembiayaan perlu diikuti pendekatan yang lebih proaktif dari lembaga penyalur agar program KUR dapat menjangkau nelayan kecil yang membutuhkan dukungan modal.
Upaya tersebut dinilai dapat membantu menjembatani kebutuhan nelayan dengan skema pembiayaan formal yang menawarkan biaya lebih terjangkau dibandingkan sejumlah sumber pinjaman komersial maupun informal.
“Sekalian misalnya membuka semacam outlet gitu di lapangan untuk bisa menyalurkan KUR, bagi yang memang membutuhkan atau yang memenuhi syaratnya,” katanya.
KNTI juga mendorong agar pendampingan disertai pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan KUR. Menurut dia, pemerintah perlu memastikan ketentuan pembiayaan yang berlaku dijalankan secara konsisten oleh lembaga penyalur, termasuk terkait persyaratan agunan.
Selain memperluas sosialisasi, ia menilai skema pembiayaan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan skala usaha nelayan. Nelayan skala mikro, misalnya, membutuhkan modal untuk membiayai kegiatan melaut, memperbaiki kapal, merawat mesin, serta membeli alat tangkap.
Sementara itu, koperasi nelayan berpotensi memanfaatkan akses pembiayaan untuk mendukung kebutuhan usaha bersama, termasuk pengembangan infrastruktur pendukung kegiatan perikanan, sepanjang sesuai dengan ketentuan skema pembiayaan yang berlaku.
Melalui penguatan pendampingan, kolaborasi dengan organisasi lokal, dan penyesuaian skema pembiayaan, KNTI berharap akses KUR bagi nelayan kecil dapat semakin terbuka sehingga mendukung keberlanjutan usaha dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026