ESDM bidik data center hingga energy storage jadi pasar hilirisasi RI

ESDM bidik data center hingga energy storage jadi pasar hilirisasi RI

Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan pengembangan pusat data atau data center hingga penyimpanan ...

(Antara) 28/10/26 16:35 1579335

Denpasar, Bali (ANTARA) - Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan pengembangan pusat data atau data center hingga penyimpanan energi (energy storage) menjadi pasar dari program hilirisasi mineral Indonesia sepanjang 2026–2030.

“Menjelang 2030, permintaan akan semakin dipengaruhi oleh kendaraan listrik, energy storage, elektronik, energi terbarukan, pengembangan jaringan listrik, serta pusat data,” ujar Koordinator Kerja Sama dan Investasi Minerba Ditjen Minerba Kementerian ESDM Yan Abrar dalam Indonesia-Korea Energy Forum (IKEF) yang digelar di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu.

Yan menyampaikan Indonesia ingin memprioritaskan hilirisasi untuk proyek-proyek yang layak secara komersial, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta terhubung dengan kebutuhan industri yang nyata.

Penetapan kriteria prioritas hilirisasi tersebut dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwasanya investasi dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan, pembiayaan, hingga tuntutan untuk memenuhi standar ESG yang semakin tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah memetakan potensi pasar yang akan menjadi sasaran dari produk-produk hasil hilirisasi mineral RI.

“Indonesia menerapkan hilirisasi secara selektif, bukan hilirisasi tanpa pertimbangan ekonomi,” ujar Yan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberi gambaran terkait produksi mineral Indonesia.

Hingga September 2026, Indonesia memproduksi 23,43 juta ton bijih bauksit; 57,24 kiloton (kt) bijih timah; 34,6 kt refined tin (hasil pemurnian bijih timah); 114,9 juta ton bijih tembaga; 1,47 juta ton konsentrat tembaga dan 257 kt katoda; 225,3 juta ton bijih nikel; 419,08 kt feronikel; serta 60,81 kt nikel matte.

Adapun produksi nikel Indonesia terkonsentrasi di Maluku Utara, yakni sebesar 38 persen; Sulawesi Tenggara sebesar 36 persen; dan Sulawesi Tengah sebesar 21 persen.

“Namun, volume produksi saja tidak menjamin daya saing. Kita juga harus mengatasi sejumlah tantangan operasional dan struktural, seperti cuaca ekstrem, gangguan pelayaran, serta logistik antarpulau yang memengaruhi ketepatan waktu,” kata Yan.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#energy-storage #data-center #hilirisasi-mineral-ri #kementerian-esdm

https://www.antaranews.com/berita/5817127/esdm-bidik-data-center-hingga-energy-storage-jadi-pasar-hilirisasi-ri