KJRI Penang fasilitasi kontrak dagang RI-Malaysia 83 miliar dollar AS
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang memfasilitasi empat kontrak dagang Indonesia–Malaysia senilai 4,64 juta dolar AS (setara Rp83 ...
(Antara) 14/10/26 20:00 159552
Peningkatan nilai kontrak dagang ini menunjukkan bahwa upaya promosi produk Indonesia dan fasilitasi pertemuan bisnis yang dilakukan KJRI Penang memberikan hasil yang positif
Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang memfasilitasi empat kontrak dagang Indonesia–Malaysia senilai 4,64 juta dolar AS (setara Rp83 miliar), dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, di Tangerang, Banten, Rabu.
KJRI Penang dalam keterangan kepada ANTARA di Kuala Lumpur menyampaikan, capaian ini meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan total kontrak dagang yang difasilitasi pada TEI 2025, yakni senilai 1,44 juta dolar AS (Rp25,7 miliar).
“Peningkatan nilai kontrak dagang ini menunjukkan bahwa upaya promosi produk Indonesia dan fasilitasi pertemuan bisnis yang dilakukan KJRI Penang memberikan hasil yang positif,” ujar Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih.
Empat kontrak dagang yang difasilitasi yakni antara perusahaan importir kopi dan teh terbesar di Penang, Malaysia, di mana Fairtrade Commodities Sdn. Bhd. akan mengimpor komoditas kopi dengan nilai kontrak dagang senilai 2 juta dolar AS (sekitar Rp35,7 miliar) dari perusahaan asal Indonesia, PT Coffee Trade Factory.
Selanjutnya, perusahaan Aromatic Flavours & Extracts Sdn. Bhd. menyepakati pembelian komoditas teh dengan nilai kontrak dagang senilai 1 juta dolar AS (sekitar Rp17,8 miliar) dari PT Fair Trade Commodities.
Sementara itu, dua perusahaan sarung ternama Indonesia, PT Panggung Jaya Indah atau PAJITEX yakni produsen sarung tenun bermerek Mangga, bersama PT Prima Fara Textile selaku produsen sarung dengan merek legendaris Gajah Duduk, kembali melanjutkan kerja sama perdagangan dengan M. Chuharmall Sdn. Bhd., perusahaan tekstil terkemuka asal Kedah, Malaysia.
Kedua produsen sarung tersebut akan memasok berbagai jenis sarung dan kain printing untuk perusahaan M. Chuharmall Sdn. Bhd. Adapun kerja sama tersebut dikukuhkan dalam 2 kontrak dagang dengan total nilai mencapai 1,63 juta dolar AS (setara Rp29 miliar).
Konjen RI Penang Wanton Saragih mengatakan bahwa capaian ini merupakan cerminan dari peran aktif KJRI Penang dalam memfasilitasi dan memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia.
“Berbagai kesepakatan ini menunjukkan tingginya potensi produk Indonesia untuk terus memperluas penetrasi pasar Malaysia,” ujarnya.
Konjen Wanton menambahkan langkah KJRI Penang ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan nilai ekspor nonmigas dan memperluas jaringan mitra dagang di kawasan ASEAN.
“Dengan menjembatani kesepakatan antara pelaku usaha dari Indonesia dan Malaysia, KJRI Penang berkontribusi langsung pada peningkatan daya saing produk nasional di pasar internasional,” jelasnya.
Selain menjembatani penandatanganan kontrak dagang, KJRI Penang juga aktif menggalang partisipasi dan membawa sejumlah pengusaha dari wilayah kerja yang meliputi Penang, Kedah, dan Perlis untuk mengikuti kegiatan business matching di TEI 2026.
Langkah ini bertujuan mempertemukan langsung pelaku usaha Malaysia dengan produsen dan eksportir Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja sama komersial baru yang berkelanjutan.
Keikutsertaan pengusaha Malaysia dalam TEI 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan keunggulan dan daya saing produk Indonesia, memperluas jejaring bisnis, serta mengidentifikasi peluang perdagangan baru di pasar Malaysia.
Partisipasi aktif KJRI Penang dalam TEI 2026 bukan hanya sebatas fasilitasi transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari misi diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai mitra dagang utama di kawasan Asia Tenggara.
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026