Wamen KP meresmikan Trade Indonesia jembatani pelaku usaha ke global
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) Prof Irwan Meilano meresmikan jejaring bisnis Trade Indonesia guna menjembatani para pelaku usaha domestik ...
(Antara) 14/10/26 21:24 160545
Pentingnya membangun konektivitas digital demi mendorong ekspansi produk nasional ke pasar global.
Tangerang (ANTARA) - Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) Prof Irwan Meilano meresmikan jejaring bisnis Trade Indonesia guna menjembatani para pelaku usaha domestik tembus pasar global dan bermitra dengan pasar internasional secara langsung.
Prof Irwan Meilano menekankan pentingnya membangun konektivitas digital demi mendorong ekspansi produk nasional ke pasar global. Ia memaparkan bahwa nilai perdagangan produk perikanan dunia saat ini mencapai 184 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Meskipun ekspor perikanan Indonesia mencapai 6,27 miliar dolar AS pada tahun lalu dengan pertumbuhan 5,2 persen, posisi nilai perdagangan Indonesia masih berada di peringkat ke-10 dunia.
Menurutnya, kesenjangan antara volume produksi yang tinggi dan nilai ekonomi yang masih rendah merupakan peluang bisnis yang harus direbut oleh para pelaku usaha.
"Produksinya banyak, nilainya rendah. Mereka yang paham soal margin pasti melihat ada gap serius di sini, dan gap itu seharusnya menjadi potensi. Itu peluang yang harus kita rebut," kata Irwan dalam keterangannya di Tangerang, Banten, Rabu.
Trade Indonesia adalah platform di bawah naungan International Creatives Exchange (ICE) untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra dan pasar internasional.
Pendiri dan Kepala Global (Founder & Global Head) ICE Atta Ul Karim menjelaskan platform ini dirancang untuk memotong rantai birokrasi dan mempertemukan pengusaha nasional dengan calon mitra luar negeri secara langsung.
"Trade Indonesia hadir untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional secara langsung. Kami ingin membuka ruang agar mereka dapat saling mengenal, membangun kepercayaan, dan menjajaki peluang kerja sama tanpa proses yang berbelit-belit," ujar Atta Ul Karim.
Platform Trade Indonesia melengkapi fungsi direktori dengan menerapkan kurasi anggota melalui verifikasi legalitas, tata kelola manajemen, serta rekam jejak usaha.
"Selain itu, data sektor usaha akan diolah menjadi kecerdasan pasar (market intelligence) untuk mendukung kegiatan pemadanan bisnis (business matching) dan misi dagang di 12 sektor industri," katanya.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menambahkan, nilai ekspor Indonesia periode Januari hingga Agustus 2026 telah menembus 193,64 miliar dolar AS atau tumbuh 4,74 persen secara tahunan (year-on-year).
"Saya sangat yakin bahwa produk lokal dapat menjadi merek global, dan usaha kecil pun dapat meraih kesuksesan internasional apabila diberikan kesempatan yang tepat," ujar Dyah Roro Esti Widya Putri.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono mengingatkan pentingnya pembinaan bertahap bagi UMKM, agar mampu menjaga keberlanjutan ekspor di pasar global.
"Melalui sinergi lintas kementerian dan sektor swasta ini, Trade Indonesia diharapkan dapat menjadi pendorong lahirnya eksportir baru serta meningkatkan daya saing produk unggulan Indonesia di kancah internasional," katanya lagi.
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026