Pemerintah perluas akses pasar digital UMKM terdampak bencana di Aceh

Pemerintah perluas akses pasar digital UMKM terdampak bencana di Aceh

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar digital bagi pelaku UMKM terdampak bencana di Aceh melalui fasilitasi pemasaran ...

(Antara) 14/10/26 22:01 161100

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar digital bagi pelaku UMKM terdampak bencana di Aceh melalui fasilitasi pemasaran berbasis digital dan kolaborasi layanan logistik untuk mempercepat pemulihan usaha.

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindiya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, mengatakan pemulihan usaha pascabencana tidak cukup hanya dengan mengembalikan kemampuan produksi, tetapi juga perlu didukung perluasan akses pasar agar pelaku usaha dapat kembali memperoleh pendapatan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Bersama dalam rangkaian Klinik UMKM Bangkit di Banda Aceh pada Selasa (13/10).

Melalui fasilitas tersebut, pelaku UMKM memperoleh dukungan untuk membangun toko digital yang terintegrasi dengan ekosistem lokapasar (marketplace), menampilkan produk secara lebih menarik, serta menjangkau konsumen di luar wilayah pemasaran sebelumnya.

“Kami ingin digitalisasi memberikan hasil nyata bagi pengusaha UMKM. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar harus semakin mudah ditemukan konsumen melalui kanal digital, sehingga peluang transaksi dan peningkatan penjualan semakin terbuka,” kata Ari.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, pengembangan landing page bersama berbagai lokapasar telah melibatkan lebih dari 4.000 UMKM dengan capaian penjualan lebih dari 45 juta produk.

Menurut Ari, capaian tersebut menunjukkan potensi perdagangan digital dalam membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan transaksi, dan memulihkan kegiatan usaha setelah terdampak bencana.

Fasilitasi pemasaran digital tersebut menyasar pelaku UMKM di Kota Banda Aceh serta wilayah koordinasi Aceh 5 yang mencakup Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Gayo Lues, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kabupaten Aceh Tenggara.

Selain memperluas akses pasar digital, Kementerian UMKM berkolaborasi dengan J&T Express melalui program Jawara Lokal untuk mendukung pengembangan usaha dan distribusi produk UMKM.

Melalui program tersebut, UMKM terpilih berdasarkan proses kurasi bersama Kementerian UMKM dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh memperoleh dana pengembangan usaha masing-masing sebesar Rp15 juta.

Peserta juga mendapatkan potongan ongkos kirim sebesar 30 persen, akses layanan VIP J&T Express, dukungan promosi, serta pendampingan logistik untuk meningkatkan efisiensi pengiriman dan memperluas jangkauan distribusi produk.

Salah satu penerima manfaat program Jawara Lokal adalah Silfia Safriani, pemilik usaha Keuneubah Endatu asal Kabupaten Pidie Jaya. Usahanya sempat terhenti akibat banjir bandang pada akhir November 2025 sebelum kembali dirintis pada Februari 2026.

Silfia mengatakan pemasaran daring membantu usahanya menjangkau lebih banyak konsumen. Ia menyebut penjualan produknya yang sebelumnya sekitar satu kotak per hari kini dapat mencapai 100 kotak.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#umkm #pemulihan-pascabencana #klinik-umkm #pemasaran-digital

https://www.antaranews.com/berita/5786933/pemerintah-perluas-akses-pasar-digital-umkm-terdampak-bencana-di-aceh