TEP UI dampingi pengolahan pala Nikiwar perluas pasar nasional
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) mendampingi kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, ...
(Antara) 14/10/26 22:19 161310
Manokwari (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) mendampingi kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengembangkan produk olahan pala untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Ketua TEP UI 08 Rambat Lupiyoadi dalam keterangan tertulis di Manokwari, Rabu, mengatakan pendampingan kelompok UMKM maPala mencakup pengolahan komoditas, penyiapan sarana produksi, sekaligus pemenuhan standar keamanan pangan.
“Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait supaya bisa memenuhi ketentuan standar keamanan pangan,” kata Rambat.
Dia menjelaskan bahwa program one disrik one product (ODOP) diarahkan untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan secara berkelanjutan, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Komoditas pala yang sebelumnya dijual mentah kini diolah terlebih dahulu menjadi bubuk berkualitas premium, dan fuli kering siap pakai sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual komoditas tersebut.
“Kelompok maPala yang kami dampingi itu dikelola oleh Muddin Tesupu, Jumadil, La Ali, dan Halimah dengan rencana pengenalan awal produk pada akhir Oktober 2026,” ujarnya.
Ia menyebut, koordinasi pemenuhan standar keamanan pangan diawali melalui audiensi dengan Dinas Kesehatan Teluk Wondama pada 17 September 2026, kemudian pertemuan bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Papua Barat.
Rangkaian koordinasi itu ditindaklanjuti dengan kunjungan BPOM Papua Barat bersama Dinas Kesehatan Teluk Wondama ke sejumlah UMKM di Distrik Nikiwar pada 13 Oktober 2026, termasuk sarana produksi kelompok maPala.
“Pertemuan dengan BPOM Papua Barat secara daring membahas tentang pendampingan untuk pemenuhan standar keamanan pangan,” ujar Rambat.
Dirinya berharap, pendampingan teknis dan pengurusan legalitas menjadi bekal bagi kelompok usaha untuk memperluas pemasaran, meningkatkan pendapatan, serta mengoptimalkan manfaat ekonomi komoditas pala bagi masyarakat.
“Kami berharap pendampingan yang dilakukan bisa meningkatkan nilai ekonomi komoditas pala,” ujarnya.
Kepala BPOM Papua Barat Agustince Werimon mengapresiasi TEP UI yang telah mendampingi pengembangan potensi pala di Teluk Wondama menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.
BPOM akan memberikan asistensi langsung agar sarana produksi yang kelola kelompok UMKM dampingan TEP UI 08 dapat memenuhi standar CPPOB atau cara produksi pangan olahan yang baik.
“Kami siap memberikan asistensi proses pemenuhan legalitas produk sesuai ketentuan keamanan pangan,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, BPOM Papua Barat bersama Dinas Kesehatan Teluk Wondama mengevaluasi kebersihan peralatan penggilingan pala dan penanganan fuli untuk mencegah kontaminasi jamur maupun cemaran fisik.
Pemeriksaan yang dilakukan menyasar tata ruang dan alur produksi, terutama pemisahan area bahan baku, pengeringan, pengolahan, hingga pengemasan akhir, termasuk pelabelan informasi gizi, halal, tanggal kedaluwarsa, serta kode produksi.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
#rambat-lupiyoadi #tim-ekspedisi-patriot #universitas-indonesia #produk-turunan-pala #distrik-nikwar #teluk-wondama