Disperin Kalsel identifikasi kendala investasi di 'Bumi Antasari'

Disperin Kalsel identifikasi kendala investasi di 'Bumi Antasari'

Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan Selatan mengidentifikasi hambatan investasi, memetakan proyek potensial, serta merumuskan strategi ...

(Antara) 29/10/26 11:04 1679010

Melalui FGD ini, kita ingin mengidentifikasi berbagai hambatan investasi yang dihadapi pelaku usaha maupun pemerintah daerah, memetakan peluang proyek investasi yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan, serta merumuskan strategi investasi industri K

Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan Selatan mengidentifikasi hambatan investasi, memetakan proyek potensial, serta merumuskan strategi pengembangan industri yang tepat sasaran dan berkelanjutan, melalui Focus Group Discussion (FGD) Potensi Peluang Investasi Sektor Industri di \'Bumi Antasari\'.

Kepala Bidang Kerja Sama, Pengawasan, Promosi dan Investasi Industri Disperin Kalsel, Hasan, mengatakan penguatan investasi industri merupakan bagian penting dalam mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan melalui program Kalsel Bekerja (Berkelanjutan, Berbudaya, Religius, dan Sejahtera) menuju Gerbang Logistik Kalimantan.

“Melalui FGD ini, kita ingin mengidentifikasi berbagai hambatan investasi yang dihadapi pelaku usaha maupun pemerintah daerah, memetakan peluang proyek investasi yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan, serta merumuskan strategi investasi industri Kalimantan Selatan yang tepat sasaran dan berdaya saing,” katanya di Banjarmasin, Kamis.

Menurut dia, pengembangan sektor industri sejalan dengan misi ketiga, yakni mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, merata, dan syariah. Upaya tersebut difokuskan pada hilirisasi industri besar maupun kecil, pengembangan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri, serta penguatan industri halal.

Ia menjelaskan, Kalsel memiliki potensi sumber daya alam dan komoditas unggulan yang dapat menjadi daya tarik bagi investor, khususnya pada sektor industri pengolahan.

Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pengembangan industri hilir agar mampu menghasilkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan daya saing produk daerah.

Salah satu sektor yang memiliki peluang besar adalah industri agro dan kelapa sawit. Hilirisasi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi produk turunan seperti minyak goreng, oleokimia, hingga biodiesel dinilai dapat memperkuat struktur industri sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.

Potensi komoditas karet, kelapa, dan pangan lokal juga dapat dikembangkan untuk mendukung industri pengolahan.

Selain itu, sektor industri hasil tambang dan mineral memiliki peluang untuk dikembangkan melalui diversifikasi produk serta penguatan proses hilirisasi.

Pengembangan industri berbasis mineral dan pemanfaatan teknologi pengolahan yang lebih efisien diharapkan dapat mendukung rantai pasok industri nasional sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah.

Peluang lainnya terdapat pada industri halal, termasuk pengembangan makanan dan minuman halal, kosmetik, farmasi, serta kawasan industri halal yang didukung ketersediaan bahan baku lokal.

Pengembangan sektor ini berpotensi memperluas pasar produk daerah sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam ekosistem industri berbasis syariah.

Sebagai daerah yang diarahkan menjadi Gerbang Logistik Kalimantan, Kalsel juga memiliki prospek investasi pada industri manufaktur ringan, perakitan, pengemasan (packaging), perkapalan, dan layanan logistik terpadu.

Sementara itu, industri kecil dan menengah (IKM) kreatif berbasis kearifan lokal, seperti kain Sasirangan, kerajinan anyaman, dan olahan pangan khas Banua, perlu diperkuat agar dapat terintegrasi dengan jaringan rantai pasok industri yang lebih luas.

Dia menegaskan, optimalisasi seluruh potensi tersebut membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

Upaya menarik investasi tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Perindustrian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), asosiasi usaha seperti GAPKI, serta pengelola kawasan industri.

“Investasi industri membutuhkan kerja bersama atau superteam. Karena itu, forum ini diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan kepentingan, dan membangun komitmen bersama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kalimantan Selatan,” katanya.

Ia berharap, hasil FGD tidak berhenti pada penyusunan rekomendasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui peta jalan atau roadmap pengembangan investasi industri yang konkret, terukur, dan berorientasi pada hasil.

Dengan perencanaan investasi yang terarah, Kalimantan Selatan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, memperkuat struktur industri daerah, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sejalan dengan visi Kalsel Bekerja menuju Gerbang Logistik Kalimantan.

Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

#pemprov-kalsel #disperin-kalsel #disperin #gebang-logistik

https://www.antaranews.com/berita/5818619/disperin-kalsel-identifikasi-kendala-investasi-di-bumi-antasari