KKP : Swasembada garam tidak hanya soal volume tetapi juga kualitas

KKP : Swasembada garam tidak hanya soal volume tetapi juga kualitas

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan upaya mencapai swasembada garam pada 2027 tidak hanya berfokus pada peningkatan volume ...

(Antara) 29/10/26 13:50 1694309

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan upaya mencapai swasembada garam pada 2027 tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pemenuhan standar kualitas garam sesuai kebutuhan industri dalam negeri.

"Banyak rakyat yang melakukan budidaya atau bertani garam di beberapa daerah. Namun demikian kan kualitasnya itu sporadis tidak bisa standar, sementara kalau industri butuh garam dengan spesifikasi lebih tinggi," kata Menteri Trenggono di Jakarta, Kamis.

Menurutnya kebutuhan garam nasional saat ini mencapai 4,5 hingga 5 juta ton per tahun, sedangkan produksi dalam negeri rata-rata berkisar 1 juta hingga 2 juta ton per tahun.

Kesenjangan antara kebutuhan dan produksi tersebut membuat Indonesia masih harus mengimpor sekitar 2,5 juta hingga 3 juta ton garam per tahun, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri yang mensyaratkan garam kualitas tinggi.

Dari sisi kualitas, sebagian besar garam rakyat memiliki kadar natrium klorida (NaCl) sekitar 94 persen. Sementara itu sejumlah sektor industri membutuhkan garam dengan kadar NaCl minimal 97 persen.

Karena itu, menurut Trenggono, peningkatan produksi perlu diikuti dengan perbaikan mutu agar garam dalam negeri dapat memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan industri.

Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah mengembangkan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Kawasan tersebut dikembangkan dengan dukungan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan menghasilkan garam dengan kualitas yang lebih terukur. Produktivitasnya diproyeksikan mencapai 200 ton per hektar per tahun.

Trenggono mengatakan hasil uji coba produksi garam di kawasan tersebut menunjukkan kualitas yang mampu memenuhi kebutuhan industri dengan standar kemurnian lebih tinggi, termasuk kadar NaCl minimal 97 persen.

"Dari uji coba yang kita lakukan itu kualitas garamnya sama dengan garam yang ada di Australia," kata Trenggono.

Adapun pembangunan K-SIGN dilakukan secara bertahap. Tahap pertama seluas 616 hektare telah rampung dan disiapkan memasuki fase produksi. Sedangkan tahap kedua seluas 751 hektare masih dalam proses pengembangan.

Pembangunan kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan garam dalam negeri, baik dari sisi volume maupun kualitas, sehingga kebutuhan industri dapat dipenuhi secara lebih optimal.

Pewarta: Moch Mardiansyah Al Afghani
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#swasembada-garam #sakti-wahyu-trenggono #menteri-kkp #k-sign #rote-ndao #ntt

https://www.antaranews.com/berita/5818919/kkp-swasembada-garam-tidak-hanya-soal-volume-tetapi-juga-kualitas