Ditjenpas-Densus 88 bekali napiter keterampilan usaha bakeri

Ditjenpas-Densus 88 bekali napiter keterampilan usaha bakeri

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membekali puluhan narapidana terorisme (napiter) dari ...

(Antara) 29/10/26 13:50 1694310

Tujuannya untuk melaksanakan pembinaan kemandirian terhadap warga binaan, khususnya napiter

Cilacap (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membekali puluhan narapidana terorisme (napiter) dari sejumlah lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan keterampilan pembuatan produk bakeri.

Pembekalan tersebut diberikan Ditjenpas bersama Densus 88 melalui kegiatan Pelatihan Kemandirian yang dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Kembangkuning, Nusakambangan, Kamis.

Ditemui di sela kegiatan, Kepala Lapas Kembangkuning Sugeng Indrawan mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dengan melibatkan pihak ketiga, yakni PT Manunggal Perkasa.

"Tujuannya untuk melaksanakan pembinaan kemandirian terhadap warga binaan, khususnya napiter. Kami berharap kegiatan ini memberikan solusi dan masa depan bagi mereka ketika kembali ke keluarga dan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi para napiter untuk mengembangkan usaha mandiri setelah menyelesaikan masa pidana, sehingga mampu mendukung perekonomian keluarga.

Menurut dia, pelatihan tersebut diikuti 50 napiter yang berasal dari sejumlah lapas di Nusakambangan, yakni Lapas Besi, Lapas Gladakan, Lapas Ngaseman, Lapas Kembangkuning, dan Lapas Karanganyar.

“Pelatihan pembuatan produk bakeri merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang akan dikembangkan melalui berbagai kegiatan keterampilan lainnya,” katanya.

Pihaknya bersama Densus 88 juga merencanakan pelatihan di bidang pertanian, mulai dari teknik bercocok tanam, perawatan tanaman, hingga pemupukan.

Selain itu, terdapat rencana pelatihan pembuatan mi berbahan ubi yang diharapkan dapat menjadi alternatif keterampilan produktif bagi warga binaan.

"Kami akan mengonsep dan merencanakan pelatihan-pelatihan berikutnya agar hasilnya bisa maksimal," kata Sugeng.

Salah seorang peserta pelatihan, Iwan Darmawan (51) mengatakan kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk mencari nafkah setelah bebas dari masa pidana.

"Setidaknya kami diajari kemandirian, sehingga ketika di luar nanti, keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk mencari nafkah," katanya.

Ia mengaku sebelumnya pernah membuat roti, tetapi baru kali ini mendapatkan kesempatan mempelajari proses pembuatan produk bakeri secara lebih profesional.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari pembuatan pastri, bakpia, brownies kukus, dan martabak manis, mulai dari pengenalan bahan baku, tahapan pengolahan, hingga penggunaan peralatan dan mesin produksi.

Menurut dia, pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan itu membuka peluang baginya untuk mempertimbangkan usaha bakeri setelah bebas nanti.

"Kalau melihat harga produk bakeri di luar, harganya cukup mahal. Secara ekonomi, usaha ini sepertinya punya peluang," kata Iwan.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

#pulau-nusakambangan #lapas-kembangkuning #usaha-bakeri #densus-88

https://www.antaranews.com/berita/5818923/ditjenpas-densus-88-bekali-napiter-keterampilan-usaha-bakeri