Pertamina Patra Niaga dorong kemandirian disabilitas di Bitung
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mendorong kemandirian penyandang disabilitas di Bitung, Sulawesi Utara, melalui program Pusat Ajar Disabilitas ...
(Antara) 16/10/26 11:45 196020
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mendorong kemandirian penyandang disabilitas di Bitung, Sulawesi Utara, melalui program Pusat Ajar Disabilitas Unggul (PADU).
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto menyampaikan bahwa PADU diarahkan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan keterampilan dan terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi.
"Melalui PADU, Pertamina mendukung peningkatan keterampilan penyandang disabilitas sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Program PADU, yang dilaksanakan Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal (IT) Bitung bersama kelompok binaan KALEB Community tersebut, mengolah limbah kelapa menjadi kerajinan bernilai ekonomi.
"Inisiatif ini sekaligus menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan produk kreatif, serta membuka peluang usaha produktif yang inklusif dan berkelanjutan," ujar dia.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan trainers of trainer (ToT) dan pelatihan pembuatan kerajinan dengan memanfaatkan kayu kelapa, batok kelapa, dan sabut kelapa sebagai bahan baku kerajinan.
Para tutor terlebih dahulu memperoleh pelatihan dari tenaga profesional agar memiliki bekal keterampilan dan pengetahuan untuk mendampingi proses produksi anggota kelompok.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerajinan yang melibatkan penyandang disabilitas, termasuk teman tuli dan penyandang disabilitas fisik.
Dalam pelaksanaannya, pembagian peran mempertimbangkan keterampilan, minat, serta kebutuhan aksesibilitas masing-masing anggota.
Teman tuli terlibat dalam pembuatan kerajinan bersama fasilitator, sementara anggota lainnya dapat mengambil peran dalam pemasaran, komunikasi produk, dan aktivitas usaha sesuai kemampuan masing-masing.
Penyesuaian tempat kerja dan peralatan turut menjadi perhatian untuk mendukung kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas selama kegiatan berlangsung.
"Kami berharap pendampingan ini dapat menjadi pijakan bagi KALEB Community untuk semakin mandiri dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Lilik.
Regenerasi Local Hero Program PADU Pertamina Patra Niaga IT Bitung Mega Yanti Makaminang mengatakan pendampingan yang berkelanjutan menjadi bagian penting agar potensi anggota kelompok binaan dapat berkembang.
"Melalui PADU, kami ingin memastikan teman-teman penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi yang mereka miliki," ujar dia.
Saat ini, kelompok binaan tersebut memanfaatkan sekitar 20 kilogram limbah kelapa setiap bulan, menyesuaikan permintaan produk.
Pemanfaatan tersebut memberikan nilai tambah pada material sisa sekaligus memperkenalkan prinsip ekonomi sirkular dalam kegiatan usaha masyarakat.
Melalui pengolahan kembali menjadi produk kerajinan, limbah kelapa dapat dimanfaatkan lebih optimal dan membuka peluang pendapatan bagi kelompok binaan.
Ke depan, menurut Lilik, IT Bitung mendorong kegiatan KALEB Community dapat menjadi destinasi wisata edukatif.
Konsep tersebut direncanakan memadukan lokakarya pembuatan kerajinan, pengenalan bahasa isyarat bersama teman tuli, serta pengalaman menikmati kopi dari Cue Cafe, salah satu unit usaha KALEB.
"Pengembangan konsep ini diharapkan dapat membuka pasar baru, memperluas jejaring usaha, dan menghadirkan pengalaman wisata yang menggabungkan kreativitas lokal, edukasi lingkungan, dan inklusivitas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, serta pemangku kepentingan lainnya," kata Lilik.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
#pertamina #it-bitung #disabilitas-it-bitung #pertamina-patra-niaga