Barantin: Kelancaran perdagangan harus seiring dengan perlindungan
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding mengatakan kelancaran perdagangan harus berjalan beriringan dengan perlindungan komoditas atau ...
(Antara) 16/10/26 14:10 198329
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding mengatakan kelancaran perdagangan harus berjalan beriringan dengan perlindungan komoditas atau produk yang akan diperdagangkan.
“Perdagangan yang lancar harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap sumber daya alam hayati, kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan, serta pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit yang dapat mengancam keberlanjutan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan,” kata Kadir di sela acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Tangerang Selatan, Jumat.
Ia mengatakan bahwa peningkatan perdagangan, khususnya ekspor komoditas pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan, tidak hanya membutuhkan akses pasar, tetapi juga pemenuhan persyaratan kesehatan, keamanan, mutu, dan ketertelusuran produk.
Hal ini perlu diperkuat melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk salah satunya Kementerian Perdagangan (Kemendag).
“Barantin mendukung penguatan sinergi dengan Kementerian Perdagangan untuk mewujudkan kelancaran arus perdagangan yang tetap memenuhi persyaratan karantina,” ujar Kadir.
Ia menegaskan, koordinasi dan pertukaran informasi yang efektif antara kedua instansi diharapkan dapat mendukung pelayanan yang lebih terintegrasi, meningkatkan kepastian bagi pelaku usaha, serta membantu memastikan pemenuhan persyaratan perdagangan dan karantina.
“Melalui kerja sama ini, kita juga ingin memastikan bahwa pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah, memperoleh fasilitasi dan pendampingan dalam memenuhi persyaratan karantina sehingga memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas”, ujarnya.
Lebih lanjut, Kadir mengatakan kerja sama Barantin dan Kemendag ini mencakup beberapa ruang lingkup penting.
“Antara lain pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi, fasilitasi UMKM, analisis bersama dan penyusunan rekomendasi kebijakan, penguatan akses pasar ekspor, pengembangan sistem ketertelusuran komoditas, penguatan jejaring laboratorium pengujian pangan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia,” jelasnya.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026