Tenaga Ahli Menteri ESDM: Industri pupuk miliki peran strategis
Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra mengatakan keberlanjutan industri pupuk nasional memiliki peran ...
(Antara) 17/10/26 08:52 215683
Keberadaan industri pupuk juga mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra mengatakan keberlanjutan industri pupuk nasional memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan dan memperkuat kemandirian nasional.
"Keberadaan industri pupuk juga mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat," katanya saat kunjungan ke fasilitas produksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), bagian dari Pupuk Indonesia Holding, di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (16/10).
Dalam keterangannya, yang diterima di Jakarta, Sabtu, Hangga, panggilan akrabnya, mengatakan kunjungannya ini bertujuan meninjau fasilitas produksi sekaligus membahas kepastian pasokan gas bumi dan liquefied natural gas (LNG) untuk mendukung operasional dan pengembangan perusahaan.
Hangga juga menambahkan keberlanjutan dan pengembangan PIM diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan pupuk nasional, tetapi juga meningkatkan nilai tambah pemanfaatan gas bumi dalam negeri, mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Sinergi pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan energi yang andal bagi industri strategis nasional.
Pasokan PIM saat ini bersumber dari Blok A yang dioperasikan Medco dan LNG dari BP Tangguh melalui fasilitas PT Perta Arun Gas (PAG).
Dalam kunjungan tersebut, juga dibahas soal potensi tambahan pasokan dari Gebang, Bontang, Donggi-Senoro LNG (DSLNG), serta pengembangan lapangan gas jangka panjang, termasuk Andaman dan Masela.
"Kepastian pasokan, volume, dan harga gas yang kompetitif menjadi faktor penting bagi keberlanjutan produksi PIM," kata Hangga.
Karena itu, koordinasi antara Kementerian ESDM, SKK Migas, pemasok gas, dan PIM diperlukan untuk mengidentifikasi solusi pemenuhan kebutuhan gas serta mendukung implementasi kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Iskandar Muda Guntur Prasetyo menyampaikan PIM terus mendorong pengembangan kapasitas dan peningkatan kinerja produksi, termasuk lini produk NPK serta pengembangan fasilitas amonia dan urea melalui proyek PIM-3.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan PIM dalam memenuhi kebutuhan pupuk nasional dan meningkatkan daya saing industri.
Selain itu, PIM turut memaparkan rencana pengembangan blue ammonia dan hybrid green ammonia sebagai bagian dari diversifikasi produk dan upaya menuju industri rendah emisi.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026