Banyumas jajaki investor baru untuk pembangunan Tol Pejagan-Cilacap
Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) menjajaki calon investor baru dari China untuk mendukung rencana pembangunan Jalan Tol Pejagan-Cilacap ...
(Antara) 17/10/26 12:44 218925
Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) menjajaki calon investor baru dari China untuk mendukung rencana pembangunan Jalan Tol Pejagan-Cilacap yang diharapkan meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah barat-selatan Jateng.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu, mengatakan penjajakan dilakukan setelah calon investor sebelumnya dari Guangxi, China, terkendala kasus korupsi yang menjerat pimpinan perusahaan tersebut di negaranya.
Ia menjelaskan perusahaan milik pemerintah Provinsi Guangxi itu sebelumnya telah menunjukkan keseriusan berinvestasi, bahkan menyampaikan letter of intent setelah pembahasan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Saya turut memfasilitasi pertemuan perusahaan tersebut dengan Menteri PU dan jajaran direktorat jenderal terkait,” katanya.
Akan tetapi, kata dia, rencana kerja sama itu terkendala sehingga diperlukan calon investor lain.
Sebagai tindak lanjut, ia mengaku telah menjajaki salah satu badan usaha milik negara (BUMN) China yang bergerak di bidang konstruksi dan disebut terlibat dalam pembangunan Jembatan Suramadu.
“Saya bawa ke Kementerian PU. Ya, PIC (Person in Charge)-nya yang ketemu. Ini sedang dibicarakan,” katanya.
Dalam hal ini, pihaknya bersama calon investor asal China tersebut telah bertemu dengan pejabat Kementerian PU di Jakarta pada Rabu (14/10).
Kendati demikian, dia belum menyebutkan nama perusahaan tersebut maupun nilai investasi yang ditawarkan.
Ia mengatakan penjajakan masih berlangsung sehingga belum ada penetapan investor resmi ataupun kepastian jadwal pembangunan.
Ia menegaskan pembangunan jalan tol tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, namun pemerintah Kabupaten Banyumas berperan mendorong percepatan melalui komunikasi dengan kementerian dan penjajakan calon investor.
Menurut dia, upaya tersebut dilakukan karena keterbatasan infrastruktur transportasi menjadi salah satu kendala masuknya investasi ke Banyumas, meskipun daerah tersebut memiliki potensi ekonomi dan kondisi sosial masyarakat yang kondusif.
“Saya berharap pembangunan Tol Pejagan-Cilacap dapat meningkatkan aksesibilitas, memperlancar distribusi barang, serta memperkuat daya tarik investasi di Banyumas dan wilayah sekitarnya,” kata Bupati.
Sebelumnya, Kementerian PU menargetkan pembangunan Tol Pejagan-Cilacap sepanjang 95 kilometer dengan investasi sekitar Rp27 triliun di luar pembebasan lahan mulai dilaksanakan pada 2029.
Proyek yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Jawa Tengah itu direncanakan terbagi menjadi lima seksi, yakni Bulakamba-Karanganyar, Karanganyar-Bumiayu, Bumiayu-Ajibarang, Ajibarang-Wangon, dan Wangon-Lebeng.
Sekitar 40 kilometer ruas tol tersebut akan melintasi Kabupaten Banyumas dengan dua simpang susun, masing-masing di Ajibarang dan Wangon.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra pada 23 Oktober 2025 mengatakan proyek tersebut masih dalam tahap pra-studi kelayakan (pre-feasibility study/pre-FS) dengan dukungan pemerintah Australia. Saat itu, proyek ditargetkan dilelang pada kuartal IV 2026 setelah perizinan lengkap.
.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
#jalan-tol #pembangunan-jalan #tol-pejagan-cilacap #pemkab-banyumas