INACA ajak pemangku kepentingan perkuat penerbangan nasional

INACA ajak pemangku kepentingan perkuat penerbangan nasional

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesian National Air Carriers Association (INACA) mengajak pemangku kepentingan memperkuat industri ...

(Antara) 17/10/26 16:50 222405

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesian National Air Carriers Association (INACA) mengajak pemangku kepentingan memperkuat industri penerbangan nasional menghadapi tantangan global, sekaligus meningkatkan konektivitas udara, daya saing maskapai, dalam memperingati hari ulang tahun ke-56.

"Kami yakin dengan orkestrasi dari pemerintah, industri penerbangan dan maskapai penerbangan akan mampu menghadapi tantangan dan menjadi lebih tangguh untuk ke depannya,” kata Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Organisasi tersebut menilai perjalanan penerbangan nasional telah melalui berbagai dinamika panjang penuh tantangan sehingga membutuhkan kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga keberlanjutan industri strategis tersebut pada masa mendatang secara berkelanjutan nasional.

Denon menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, kementerian/lembaga, operator bandara, pengelola navigasi udara, dan berbagai mitra lainnya untuk memperkuat kinerja industri penerbangan nasional.

Menurutnya dukungan para pemangku kepentingan selama ini berkontribusi terhadap perkembangan maskapai Indonesia melalui kebijakan arahan serta kerja sama yang memperkuat ekosistem penerbangan nasional secara menyeluruh di tingkat nasional ini.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada perusahaan pembuat pesawat internasional penyedia sistem penerbangan serta asosiasi terkait yang telah mendukung kemajuan industri udara Indonesia selama perjalanan dalam menghadapi perubahan global yang dinamis.

Denon mengungkapkan industri penerbangan masih menghadapi tekanan global setelah pandemi COVID-19. Yang mana konflik geopolitik, kenaikan harga bahan bakar pesawat, gangguan suku cadang, dan perubahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dalam kondisi penuh ketidakpastian.

Meski demikian maskapai Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai hambatan karena transportasi udara menjadi kebutuhan penting bagi negara kepulauan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan perekonomian nasional secara luas bagi seluruh wilayah.

Konektivitas udara memiliki peranan besar menghubungkan wilayah antar pulau sekaligus mendukung sektor pertambangan perikanan, perkebunan, perdagangan, serta layanan kesehatan melalui berbagai moda penerbangan yang aman cepat dan efisien besar.

Maskapai berjadwal tidak berjadwal dan kargo dinilai mempunyai fungsi strategis dalam memperlancar perpindahan manusia maupun barang sehingga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh daerah Indonesia serta membuka peluang pembangunan baru.

INACA juga mengajak pemangku kepentingan berperan aktif mengembangkan industri penerbangan nasional dengan mengikuti perkembangan global, termasuk mendukung transformasi menuju transportasi udara yang lebih berkelanjutan.

Misalnya, kata dia, penyediaan energi alternatif untuk mendukung penerbangan hijau (net zero emmision) tahun 2060, yaitu dengan penyediaan sustainable aviation fuel (SAF) serta energi listrik tanpa bahan fosil untuk pesawat.

Ia menegaskan Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah untuk pembuatan SAF dan energi listrik yang minim emisi seperti dari angin, sinar matahari, gas bumi dan lainnya.

"Kita juga mempunyai sumber daya manusia yang berlimpah dan berkualitas tinggi yang mampu mengembangkan industri penerbangan nasional," bebernya.

Ia juga menegaskan adanya orkestrasi dari pemerintah, industri, dan maskapai penerbangan akan mampu menghadapi tantangan dan menjadi lebih tangguh untuk ke depannya.

Pada peringatan hari ulang tahun ke-56 tahun 2026, INACA juga memberikan penghargaan kepada sejumlah bandar udara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura Indonesia atau In Journey Airports.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil Survei Kepuasan Pelanggan atau Customer Satisfaction Index terhadap 33 bandar udara yang dilakukan INACA setiap tahun pada periode Mei hingga Juni.

Lima bandar udara menerima penghargaan tahun ini, yakni Bandar Udara Sam Ratulangi Manado, Adi Sutjipto Yogyakarta, Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, I Gusti Ngurah Rai Denpasar, dan Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Penghargaan tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari inovasi rute hub pariwisata, warisan dan sejarah bandar udara, peningkatan pengalaman pelanggan, hingga pelayanan berbasis budaya lokal kepada pengguna jasa.

INACA berharap penghargaan itu dapat mendorong pengelola bandar udara di Indonesia meningkatkan kualitas layanan kepada penumpang, pengelola maskapai, konsesioner, awak pesawat, serta pelanggan angkutan kargo.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#inaca #pemangku-kepentingan #penerbangan-nasional

https://www.antaranews.com/berita/5793377/inaca-ajak-pemangku-kepentingan-perkuat-penerbangan-nasional