Kemenkop dukung Pinsar perkuat ekosistem peternak melalui KDKMP
Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan dukungannya kepada Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia untuk memperkuat ekosistem bisnis ...
(Antara) 18/10/26 12:42 262455
Pinsar bisa menguatkan organisasinya melalui koperasi karena koperasi akan menjadi ekosistem di mana akan membantu dari hulu sampai hilir, sekaligus kita mendukung tata kelolanya
Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan dukungannya kepada Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia untuk memperkuat ekosistem bisnis peternak dari hulu hingga hilir melalui integrasi dengan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono di sela kegiatan lari "Chicken and Egg Run 2026" yang digelar Pinsar Indonesia di Yogyakarta, Minggu.
"Pinsar ini bisa menguatkan organisasinya melalui koperasi karena koperasi akan menjadi ekosistem di mana akan membantu dari hulu sampai hilir, sekaligus kita akan mendukung tata kelolanya dan mendorong akses pembiayaannya," ujar Koko Haryono.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan lari tersebut karena menjadi salah satu langkah strategis dalam mengampanyekan peningkatan konsumsi protein hewani yakni ayam dan telur ke tengah masyarakat.
Koko menambahkan kehadiran Koperasi Merah Putih yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan fisik di berbagai daerah diharapkan dapat disinergikan secara optimal dengan para peternak lokal.
"Nanti kalau sudah berjalan bisnisnya, peternak-peternak bisa masuk ke dalam Koperasi Merah Putih dan hasil peternakannya berupa ayam maupun telur bisa dipasarkan langsung ke wilayah Koperasi Merah Putih sekitar," kata dia.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko menyambut baik dukungan pemerintah guna mengatasi berbagai tantangan sektor perunggasan nasional saat ini.
Singgih mengungkapkan rendahnya tingkat konsumsi ayam dan telur per kapita di Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan.
"Harapan kita dengan acara ini meningkatkan pembelajaran lebih awal pengetahuan kepada masyarakat bahwa ayam dan telur adalah protein termurah, terutama untuk generasi kita ke depan supaya mereka mempunyai kualitas kecerdasan yang baik," tutur Singgih.
Selain masalah konsumsi, ia juga menyoroti persoalan mahalnya harga bahan baku pakan seperti jagung yang menjadi kendala bagi para peternak.
"Harapan pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah jagung ini, sehingga dengan pakan murah, maka harga ayam dan telur juga murah bagi masyarakat," tutup Singgih.
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026