Mendag: Seruan boikot produk RI di Malaysia tak ganggu perdagangan
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan bahwa seruan boikot terhadap produk-produk Indonesia yang digaungkan oleh netizen Malaysia tidak berdampak pada ...
(Antara) 08/10/26 14:22 28530
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan bahwa seruan boikot terhadap produk-produk Indonesia yang digaungkan oleh netizen Malaysia tidak berdampak pada hubungan perdagangan bilateral kedua negara.
Reaksi di media sosial tersebut dinilai hanya bersifat sementara.
"Saya kira tidak (berdampak). Ini kan mungkin hanya respons sesaat saja,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Ia menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Atase Perdagangan dan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur untuk memantau situasi di lapangan. Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas perdagangan tetap berjalan seperti biasanya.
"Enggak ada masalah, oke aja," kata Budi.
Seruan boikot terhadap produk-produk asal Indonesia marak berembus di lini masa media sosial Malaysia pasca-kemenangan Tim Nasional Indonesia yang berhasil melangkah ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026.
Ketegangan persaingan olahraga tersebut merembet hingga ke ranah ekonomi dan budaya, di mana sejumlah netizen Malaysia menyuarakan aksi pembatasan atas produk serta karya asal Indonesia.
Aksi boikot tersebut menyasar sejumlah merek populer Indonesia yang memiliki pangsa pasar di Malaysia, seperti Indomie, Kopi Kenangan, J.Co Donuts, Garuda Indonesia, hingga produk outdoor Eiger.
Tidak hanya menyasar produk fisik, gelombang sentimen negatif tersebut juga menyerukan pembatasan terhadap pemutaran karya musik, konser, hingga penampilan artis-artis asal Indonesia di panggung hiburan Malaysia.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026