Komisi VII: Saatnya kuliner Nusantara jadi magnet wisata dunia

Komisi VII: Saatnya kuliner Nusantara jadi magnet wisata dunia

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendorong pengembangan wisata gastronomi Indonesia dengan mengoptimalkan kekayaan kuliner, sejarah, dan budaya sebagai ...

(Antara) 08/10/26 14:31 28679

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendorong pengembangan wisata gastronomi Indonesia dengan mengoptimalkan kekayaan kuliner, sejarah, dan budaya sebagai daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Chusnunia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan wisata gastronomi tidak sekadar menjadikan makanan sebagai tujuan perjalanan, tetapi juga menawarkan pengalaman memahami sejarah, asal-usul, seni penyajian, serta cerita dan budaya yang melatarbelakangi suatu hidangan.

"Selain soal cita rasa, kekayaan sejarah dan budaya yang melatarbelakangi sebuah hidangan menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata gastronomi Indonesia," katanya.

Ia merujuk keberhasilan sejumlah negara dalam mengembangkan gastronomi sebagai bagian dari industri pariwisata, antara lain Jepang, Thailand, Prancis, Spanyol, dan Peru.

Jepang, misalnya, memiliki washoku atau budaya makan tradisional Jepang yang telah masuk Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO sejak 2013.

Thailand mengembangkan program "Kitchen of the World", sedangkan Prancis memiliki tradisi gastronomi yang menjadi bagian dari identitas dan daya tarik pariwisatanya.

Menurut Chusnunia, Indonesia juga memiliki kekayaan kuliner dengan sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata gastronomi sekaligus mendukung keberlanjutan sumber pangan lokal.

"Negara-negara tersebut berhasil mengubah kuliner lokal menjadi daya tarik wisata utama yang mendatangkan jutaan turis setiap tahunnya dan Indonesia juga tidak hanya memiliki banyak potensi wisata gastronomi yang juga menghadirkan cerita, pengalaman budaya, serta keberlanjutan sumber pangan lokal," katanya.

Ia menilai kekayaan kuliner Nusantara, termasuk rendang dan tempe, merupakan modal untuk mengembangkan wisata gastronomi Indonesia.

Chusnunia juga mendukung langkah pemerintah mengembangkan Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries Guide untuk memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara menemukan ragam kuliner Indonesia, mulai dari restoran kontemporer hingga tempat makan lokal.

Kementerian Pariwisata meluncurkan edisi terbaru Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries Guide dalam rangkaian Wonderful Indonesia Gastronomy 2026.

Indonesia Gourmet Guide memuat 150 restoran dari berbagai wilayah Indonesia, sedangkan Indonesia Local Eateries Guide memperkenalkan 150 tempat makan lokal dari berbagai daerah.

Menurut Chusnunia, Indonesia juga memiliki rekam jejak literatur kuliner yang dapat menjadi modal pengembangan gastronomi.

"Indonesia memiliki rekam jejak literatur kuliner yang kaya, mulai dari catatan resep RA Kartini, buku masak Nyonya Belanda, hingga buku resep kepresidenan Mustika Rasa (1967) yang memuat 1.685 resep Nusantara. Kekayaan gastronomi Indonesia menjadi modal besar untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara, saatnya kuliner Nusantara mendunia," katanya.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

#wisata-gastronomi #komisi-vii-dpr

https://www.antaranews.com/berita/5776728/komisi-vii-saatnya-kuliner-nusantara-jadi-magnet-wisata-dunia