Pakar: Transisi energi jadi investasi untuk kurangi kerentanan ekonomi

Pakar: Transisi energi jadi investasi untuk kurangi kerentanan ekonomi

Pakar ekonomi Universitas Jember (Unej) Dr Ciplis Gema Qori’ah menilai bahwa transisi energi merupakan investasi untuk mengurangi kerentanan ekonomi, ...

(Antara) 08/10/26 14:58 28995

Hasilnya, akan terlihat dalam perekonomian yang akan mampu mengurangi kerentanan terhadap harga bahan bakar fosil, menjaga keterjangkauan energi hingga membuka sumber pertumbuhan baru

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pakar ekonomi Universitas Jember (Unej) Dr Ciplis Gema Qori’ah menilai bahwa transisi energi merupakan investasi untuk mengurangi kerentanan ekonomi, sehingga mendorong pemerintah melakukan percepatan transisi energi di tengah lonjakan harga minyak dunia yang berdampak luas pada perekonomian nasional.

Berdasarkan data APBN 2026 yang menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 70 dolar AS per barel, secara rata-rata ICP bulanan sepanjang bulan Januari–Agustus 2026 mencapai 89,24 dolar AS per barel, sehingga selisih itu memperlihatkan betapa rentannya anggaran dan daya beli masyarakat terhadap gejolak energi global.

"Situasi itu memberi alasan kuat bahwa percepatan transisi energi urgen untuk dilakukan. Hasilnya, akan terlihat dalam perekonomian yang akan mampu mengurangi kerentanan terhadap harga bahan bakar fosil, menjaga keterjangkauan energi hingga membuka sumber pertumbuhan baru," kata Ciplis Gema Qori\'ah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.

Ia mengatakan faktor utama dalam mengimplementasikan transisi energi adalah reformasi subsidi dengan investasi ketahanan energi, kemudian sebagian penghematan perlu diarahkan pada perlindungan rumah tangga rentan, transportasi umum, efisiensi energi dan infrastruktur listrik bersih.

"Untuk menekan ketergantungan minyak pada transportasi, langkah itu perlu disertai elektrifikasi yang terjangkau serta perbaikan layanan angkutan umum. Pengembangan energi terbarukan tentu akan mengurangi penggunaan fosil dalam pembangkitan," tuturnya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unej itu mengatakan peta jalan transisi energi sektor ketenagalistrikan perlu diterjemahkan ke dalam keputusan proyek yang menjelaskan kewajiban kontrak, biaya penghentian operasi, serta pembagian risiko aset terdampak, yakni aset yang kehilangan nilai ekonominya sebelum akhir umur operasi.

"Penyelesaiannya harus menjaga akuntabilitas penggunaan dana publik. Di daerah penghasil batu bara, dukungan transisi perlu terhubung dengan rencana pembangunan dan diversifikasi sumber pendapatan," tuturnya.

Pemerintah daerah, pekerja, pelaku usaha, serta warga terdampak harus terlibat sejak penentuan jadwal perubahan. Pemantauan kemudian mencakup penyerapan tenaga kerja, perubahan pendapatan rumah tangga, keterjangkauan tarif dan pengurangan emisi. Indikator per wilayah membuat ketimpangan dampak sangat signifikan dan memungkinkan kebijakan diperbaiki lebih cepat.

"Indonesia perlu menilai transisi energi sebagai investasi untuk mengurangi kerentanan ekonomi. Keputusan yang baik akan memperhitungkan biaya, manfaat jangka panjang dan kemampuan masyarakat menanggung penyesuaian," katanya.

Dukungan publik akan tumbuh apabila anggaran digunakan secara transparan, perlindungan hadir sebelum beban meningkat dan daerah memperoleh kesempatan membangun sumber pertumbuhan baru.

Prinsip kuat layanan publik atas transisi energi tentu akan memperkuat stabilitas harga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#pakar-ekonomi-unej #transisi-energi #lonjakan-harga-minyak #pengamat-feb-unej

https://www.antaranews.com/berita/5776813/pakar-transisi-energi-jadi-investasi-untuk-kurangi-kerentanan-ekonomi