DKPP Bantul pastikan masa tanam padi mundur menunggu hujan turun
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan masa tanam pertama (MT 1) petani di beberapa ...
(Antara) 08/10/26 15:34 29490
Kalau dari BMKG memperkirakan hujan akan mulai terjadi pada minggu kedua di bulan Desember
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan masa tanam pertama (MT 1) petani di beberapa wilayah setempat mundur mengikuti permulaan musim hujan yang hingga awal Oktober 2026 belum terjadi.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo di Bantul, Kamis, mengatakan saat ini sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul masih mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang menyebabkan debit sumber air untuk pertanian di beberapa lokasi sangat terbatas.
"Tapi sampai saat ini kan kita itu belum ada puso. Belum ada laporan puso," katanya.
Puso dalam konteks ini, lanjutnya, merupakan kondisi gagal panen pada lahan pertanian ketika tanaman tidak menghasilkan atau mengalami kerusakan parah akibat cuaca maupun kekeringan.
"Kalau dari BMKG memperkirakan hujan akan mulai terjadi pada minggu kedua di bulan Desember," ujarnya.
Ia menyebut para petani telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi gagal panen, seperti petani di lahan pertanian jagung wilayah Kapanewon Dlingo yang melakukan pemanenan lebih awal.
"Itu tanaman yang belum saatnya panen, tapi karena kekeringan, dipanen awal. Tapi kan jagung, jadi bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, jadi tidak masalah," katanya.
Joko juga memperkirakan terdapat potensi mundurnya MT 1 dari yang biasanya dilakukan pada November, sehingga di beberapa lokasi penanaman baru dapat dimulai pada Desember.
"Mungkin MT 1 ini kita agak mundur tanamnya di daerah tertentu," ujarnya.
Namun, kata dia, lahan pertanian di wilayah bawah relatif lebih aman dari sisi pasokan air, terutama lokasi yang berdekatan dengan enam sungai besar yang melintasi Kabupaten Bantul.
"Kita juga dibantu irigasi pompa (irpom) sebanyak 11 di daerah Dlingo terus ada tiga sumur dalam," katanya.
Pihaknya mengimbau petani memilih komoditas tanaman berumur pendek dan tidak membutuhkan banyak air untuk mengantisipasi gagal panen.
"Misalnya palawija, padi umur pendek yang umur 85 hari," ujarnya.
Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026