Rosan: Ekspor baterai kendaraan listrik IWIP perkuat hilirisasi RI

Rosan: Ekspor baterai kendaraan listrik IWIP perkuat hilirisasi RI

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyatakan ekspor perdana baterai kendaraan listrik ...

(Antara) 08/10/26 21:29 34424

ini akan menjadikan the whole ecosystem sudah ada di sini. Kita akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan tentunya hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi

Halmahera Tengah, Malut (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyatakan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat hilirisasi nasional serta rantai pasok global.

"Jadi ini akan menjadikan the whole ecosystem sudah ada di sini. Kita akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan tentunya hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi," kata Rosan dalam Groundbreaking dan Komersialisasi 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Kawasan Industri Weda Bay di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis.

Adapun Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan rangkaian proyek strategis hilirisasi dengan total nilai investasi sekitar 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam mempercepat pengembangan ekosistem industri hilirisasi terintegrasi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi groundbreaking tujuh proyek strategis, serta peresmian komersial tiga proyek dan satu proyek peresmian ekspor perdana.

Keseluruhan 11 proyek tersebut diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 13 ribu lapangan kerja baru. Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga meresmikan ekspor perdana sel baterai litium dari kawasan IWIP sebagai salah satu tonggak penting penguatan ekosistem industri baterai kendaraan listrik nasional.

Rosan menyampaikan pengembangan IWIP menunjukkan bagaimana kebijakan hilirisasi dapat diwujudkan melalui pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari pengolahan mineral hingga industri baterai dan kendaraan listrik.

"Dengan proyek-proyek yang baru ini akan menyebabkan kita mempunyai the whole ecosystem of EV battery sampai dengan daur ulang baterainya,” ujar Rosan.

Empat proyek yang memasuki tahap komersial dan ekspor meliputi PT Blue Sparking Energy, yang mengembangkan material baterai berbasis nikel dengan kapasitas produksi 67.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun; PT REPT Battero Indonesia, dengan kapasitas produksi sel baterai kendaraan listrik sebesar 8 GWh per tahun.

Selanjutnya PT Pioneer Aluminium Industries, dengan kapasitas produksi aluminium elektrolitik 300.000 ton per tahun; serta PT XCMG Indonesia Manufacturing, yang mengembangkan alat berat berbasis listrik dengan kapasitas 700 unit per tahun.

Sementara itu, tujuh proyek yang memulai pembangunan mencakup PT Guang Ching Nickel Cobalt untuk produksi material baterai berbasis nikel; PT Inno Prima Material untuk produksi separator baterai; PT Tinci Materials Indonesia untuk elektrolit baterai.

Kemudian PT Weda Bay Aluminium dan PT Bintang Karya Aluminium untuk pengembangan industri aluminium elektrolitik; Foton Guangqing Motor Indonesia untuk kendaraan berat listrik; serta PT Flatsolar Energy Indonesia untuk produksi kaca fotovoltaik yang mendukung industri energi surya.

“Hilirisasi dan industrialisasi adalah agenda utama nasional yang tentunya akan memberikan dampak positif secara ekonomi kepada nasional dan juga tentunya kepada daerah sekitarnya, yang pada saat ini tentunya adalah Maluku Utara,” tutur Rosan.

Investasi di Maluku Utara juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Sejak 2021 hingga Juni 2026, realisasi investasi di provinsi tersebut mencapai Rp423,7 triliun.

Pada semester I 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp65,4 triliun, meningkat 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun Kabupaten Halmahera Tengah mencatat realisasi investasi sebesar Rp55,7 triliun pada periode tersebut.

Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara sebesar 15,35 persen pada triwulan II 2026, tertinggi di antara 38 provinsi.

Industri pengolahan kini menyumbang hampir separuh produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi tersebut, sedangkan surplus perdagangan Maluku Utara mencapai Rp31,1 triliun pada 2025, dengan ekspor didominasi produk olahan nikel.

Secara nasional, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja langsung.

Sektor hilirisasi berkontribusi hampir 30 persen terhadap realisasi investasi, dengan lebih dari 75 persen investasi hilirisasi terealisasi di luar Pulau Jawa. Capaian ini memperlihatkan peran investasi dalam memperkuat basis industri sekaligus mendorong pemerataan aktivitas ekonomi antardaerah.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha, serta mengawal pengembangan investasi agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Pengembangan kawasan industri seperti IWIP diharapkan tidak hanya memperbesar kapasitas produksi nasional, tetapi juga memperluas kesempatan kerja, meningkatkan keterlibatan tenaga kerja lokal, dan memperkuat keterhubungan industri dengan perekonomian daerah.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#rosan #menteri-investasi #bkpm #ekspor-perdana-baterai #kendaraan-listrik #iwip-hilirisasi-ri

https://www.antaranews.com/berita/5777676/rosan-ekspor-baterai-kendaraan-listrik-iwip-perkuat-hilirisasi-ri