Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bagian pergerakan ekonomi nasional
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyebut penyeberangan lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk merupakan bagian penting ...
(Antara) 19/10/26 18:03 420864
Kedua lintasan ini bukan sekadar jalur penghubung antarpulau, tetapi juga bagian penting dari pergerakan ekonomi nasional
Banyuwangi (ANTARA) - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyebut penyeberangan lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk merupakan bagian penting dari pergerakan ekonomi nasional.
"Kedua lintasan ini bukan sekadar jalur penghubung antarpulau, tetapi juga bagian penting dari pergerakan ekonomi nasional, dan setiap hari masyarakat dan kendaraan logistik mengandalkan kedua lintasan tersebut, sehingga keandalan pelayanan menjadi prioritas kami," ujarnya dalam keterangannya diterima di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.
Menurut Heru, tingginya pergerakan masyarakat pada penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk menjadi perhatian perusahaan dalam menjaga keandalan operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Tingginya mobilitas di penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa-Sumatera dan Pulau Jawa-Bali itu mencerminkan peran strategis kedua jalur dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi logistik.
Dalam catatan ASDP, lanjut Heru, sepanjang tahun 2025 sebanyak sekitar 33 juta penumpang melintasi dua penyeberangan utama Merak-Bakauheni Ketapang-Gilimanuk, rinciannya sekitar 20 juta penumpang tercatat pada lintasan Merak-Bakauheni dan 13 juta penumpang di Ketapang-Gilimanuk.
"Secara nasional, jaringan penyeberangan yang dikelola ASDP tercatat lebih dari 46 juta penumpang sepanjang 2025, dengan cakupan operasional 27 cabang, 320 lintasan, 37 pelabuhan dan 225 kapal. Dari keseluruhan lintasan tersebut, sebanyak 229 merupakan lintasan perintis dan 91 lintasan komersial yang mendukung konektivitas antardaerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan," paparnya.
Heru menjelaskan bahwa pengelolaan penyeberangan tidak hanya bergantung pada jumlah kapal, tetapi juga kesesuaian kapasitas kapal dan dermaga, kecepatan bongkar muat, pola kedatangan kendaraan, serta kondisi perairan.
Berbagai faktor tersebut, katanya, menjadi perhatian dalam pengaturan operasional, terutama saat terjadi peningkatan trafik pada periode libur panjang dan hari besar keagamaan.
"Jadi, kelancaran penyeberangan membutuhkan pengelolaan yang terintegrasi, mulai dari pengaturan kendaraan di pelabuhan, hingga proses bongkar muat kapal. Oleh arena itu, kami melakukan evaluasi dan penyesuaian pola operasional agar pelayanan semakin efektif, dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jasa," kata Heru Widodo.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
#asdp #dirut-asdp #heru-widodo #penyeberangan-ketapang-gilimanuk #penyeberangan-merak-bakauheni #lintasan-ketapang-gilimanuk