Menjaga Sungai Maron tetap mengalir bersama ekonomi warga

Menjaga Sungai Maron tetap mengalir bersama ekonomi warga

Perahu wisata bergerak perlahan membelah permukaan Sungai Maron yang tenang, meninggalkan riak kecil di atas air berwarna hijau kebiruan yang memantulkan ...

(Antara) 09/10/26 07:50 44190

Surabaya (ANTARA) - Perahu wisata bergerak perlahan membelah permukaan Sungai Maron yang tenang, meninggalkan riak kecil di atas air berwarna hijau kebiruan yang memantulkan cahaya matahari di sela rimbunnya pepohonan di sepanjang tepian.

Dari atas perahu, hamparan pohon kelapa tampak tumbuh rapat mengikuti aliran sungai, sementara tebing-tebing karst berdiri di beberapa sisi membentuk lorong alami yang membuat perjalanan menyusuri sungai terasa memasuki kawasan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Suara mesin perahu memecah kesunyian, disusul sapaan warga atau percakapan wisatawan yang menikmati perjalanan menyusuri sungai sepanjang sekitar empat kilometer tersebut, sebelum kembali tenggelam dalam suara air yang bergerak mengikuti laju perahu.

Pemandangan itu menjadi salah satu alasan Sungai Maron di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kerap disebut sebagai "Amazon Indonesia", meskipun di balik panorama tersebut terdapat kehidupan masyarakat yang sejak lama tumbuh berdampingan dengan aliran sungai.

Bagi wisatawan, kejernihan air, pepohonan yang menaungi tepian, serta lanskap karst menjadi daya tarik untuk datang dan menyusuri sungai, sedangkan bagi masyarakat Dusun Maron, kawasan tersebut perlahan berubah menjadi ruang ekonomi yang memberi kesempatan untuk memperoleh penghasilan dari potensi yang mereka miliki.

Di antara perjalanan perahu dan aktivitas wisata itulah warga mulai menemukan cara untuk mengembangkan Sungai Maron tanpa kehilangan alasan utama mengapa tempat tersebut didatangi, yakni alam yang tetap terjaga.


Sumber penghidupan

Perubahan Sungai Maron tidak berlangsung dalam semalam karena masyarakat secara bertahap belajar mengelola potensi wisata yang sebelumnya belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi.

Sejumlah warga kemudian mengambil peran sebagai pengemudi perahu, pengelola wisata, pelaku UMKM, petani, anggota kelompok perempuan, hingga penggerak kegiatan lingkungan, sehingga manfaat ekonomi dari keberadaan Sungai Maron mulai menyebar ke lebih banyak rumah tangga.

Gayung bersambut, kegigihan masyarakat membangun desa melalui pengembangan potensi alam didukung oleh PLN Nusantara Power (NP) pada 2023.

Perusahaan milik negara ini datang untuk membantu memperkuat fondasi yang telah dibangun warga, memulai dengan mengenali potensi kawasan, memperkuat kelembagaan dan kelompok sadar wisata (pokdarwis), melatih 93 joki perahu, menyediakan fasilitas keselamatan, serta membuka alternatif mata pencaharian yang terhubung dengan aktivitas wisata.

Pendampingan kemudian berlanjut pada 2024 melalui penguatan aspek keselamatan serta penghijauan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga masyarakat mulai menghasilkan produk bernilai tambah dari potensi lokal.

Kolaborasi ini pun mulai terlihat dari kunjungan wisata yang meningkat dari 71.000 orang pada 2023 dan menjadi sekitar 91.000 kunjungan pada 2026 bersamaan dengan munculnya produk-produk usaha baru yang membuat kegiatan wisata tidak berhenti pada penjualan tiket perjalanan sungai.

Peningkatan aktivitas itu turut mendorong pendapatan masyarakat dengan penghasilan keluarga di Dusun Maron kini berada di kisaran Rp3 juta per bulan dari berbagai kegiatan ekonomi yang berkembang di kawasan tersebut.

Di sisi lain, penduduk tidak serta merta berbangga dengan pertumbuhan ekonomi dari Sungai Maron lantaran pertumbuhan ini justru menghadirkan kesadaran baru bagi mereka bahwa semakin banyak orang menggantungkan penghidupan pada sungai, semakin besar pula tanggung jawab warga untuk menjaganya.


Limbah dan solusi

Transformasi Sungai Maron tidak berhenti pada peningkatan kunjungan wisata karena pengembangan kawasan juga diarahkan untuk membangun hubungan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Pada 2025 melalui fase Sungai Maron Lestari, Bersih, dan Berdikari (SUMANTRI BERSERI), PLN NP mendukung hadirnya 10 unit perahu listrik CAKRA Electric Boat serta SPKLU berbasis tenaga surya.

Penggunaan teknologi energi bersih ini memberi dampak langsung terhadap aktivitas wisata karena peralihan perahu berbahan bakar fosil ke perahu listrik diproyeksikan mampu menurunkan emisi sekitar 2,71 ton CO2 per tahun, sekaligus menghemat sekitar 1.600 liter bahan bakar.

Untuk semakin menunjang lingkungan, fasilitas pendukung lain juga diberikan oleh PLN NP, mulai dari sistem peringatan dini (EWS) banjir, TPS3R, konservasi sempadan sungai, hingga limbah padat sisa pembakaran batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (FABA) untuk sejumlah infrastruktur kawasan wisata.

Pemanfaatan FABA dari PLTU Pacitan menjadi salah satu contoh bagaimana keberlanjutan dapat diterapkan secara nyata. Material tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan berbagai fasilitas di kawasan Sungai Maron, seperti paving, gapura, serta elemen pendukung kawasan wisata.

Memasuki fase Sungai Maron Lestari, Berdaya, dan Adaptif (SUMANTRI BERANI) pada 2026, program dikembangkan dengan menggabungkan konservasi, keselamatan, pengelolaan sampah, energi bersih, UMKM, serta ekonomi sirkular.

Salah satu perubahan paling sederhana tetapi mencerminkan konsep ekonomi sirkular terlihat dari pemanfaatan limbah kelapa yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan dan kini diolah menjadi coco fiber, coco peat, serta coir log.

Coir log tersebut selanjutnya dikembalikan ke lingkungan untuk membantu menangani abrasi di kawasan sungai, sehingga limbah dari aktivitas masyarakat dapat kembali memiliki fungsi ekologis.

Sebanyak 1.136 kilogram limbah kelapa per bulan diolah, sementara pemanfaatan coir log untuk pengendalian abrasi memberikan manfaat bagi 116 rumah tangga.

Bahan yang sebelumnya dibuang, perlahan memiliki nilai ekonomi sekaligus fungsi ekologis, sehingga menunjang keberlanjutan lingkungan sekitar.


Setelah pendampingan pergi

Kini tantangan Sungai Maron bukan lagi sekadar mendatangkan wisatawan, melainkan memastikan kawasan tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa kehilangan fungsi ekologisnya ketika program pendampingan perusahaan selesai.

PLN NP masih akan memberikan pendampingan hingga 2027 melalui sejumlah penyempurnaan, termasuk rencana penambahan titik wisata dan tempat persinggahan yang dapat memberi ruang bagi wisatawan untuk menikmati hasil lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Upaya menjaga keberlanjutan itu juga diarahkan kepada anak-anak melalui program Generasi Hijau Sungai Maron yang mengenalkan pentingnya sungai dan lingkungan sejak dini agar pengelolaan kawasan tidak berhenti pada satu generasi.

Hal ini demi memastikan manfaat program tetap berlanjut setelah perusahaan keluar dari kawasan tersebut karena ukuran keberhasilan pendampingan bukan terletak pada lamanya dukungan eksternal berada di tengah masyarakat, melainkan pada kemampuan warga melanjutkan pengelolaan secara mandiri.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengingatkan tantangan terbesar setelah berkembangnya wisata Sungai Maron justru terletak pada upaya masyarakat mempertahankan manfaat tersebut tanpa mengorbankan alam yang menjadi sumber daya utamanya.

"Karena Sungai Maron sudah memberikan berkah kepada kita semua, wajib kiranya kita menjaga kelestariannya," ujar Indrata.

Keberadaan sungai tidak dapat dipisahkan dari pepohonan dan tumbuhan yang menjaga ketersediaan air sehingga peningkatan aktivitas ekonomi harus berjalan bersama dengan upaya merawat kawasan hulu dan lingkungan di sekitarnya.

Bagi warga Maron, sungai yang selama ini mengalir di antara pepohonan kelapa itu kini membawa makna yang lebih panjang, yakni menjadi ruang bertemunya wisata, penghasilan, energi bersih, dan upaya menjaga lingkungan agar tetap menghidupi masyarakat di sekitarnya.

Sungai Maron pun perlahan tidak hanya menjadi tempat wisata yang dikunjungi, tetapi juga ruang belajar bahwa menjaga alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dalam satu aliran yang sama.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

#sungai-maron #pln-np #pemberdayaan-masyarakat #umkm #pacitan #energi-terbarukan

https://www.antaranews.com/berita/5777924/menjaga-sungai-maron-tetap-mengalir-bersama-ekonomi-warga