Harga batu bara capai 154 dolar AS per ton, Bahlil harap produksi naik
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan harga batu bara telah mencapai 154 dolar AS per ton untuk kalori 633, ...
(Antara) 19/10/26 23:40 451380
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan harga batu bara telah mencapai 154 dolar AS per ton untuk kalori 633, sehingga dia berharap produksi dapat dinaikkan.
"Alhamdulillah sekarang harga batu bara kita mulai naik dan sekarang hari ini mencapai 154 dolar per ton untuk kalori 633, dan harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan," kata Bahlil dalam pernyataan pers usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Bahlil mengatakan pemerintah akan tetap menerapkan relaksasi produksi secara terbatas guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, sekaligus mendorong peningkatan penerimaan devisa.
“Sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga \'supply and demand\', tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk," ucapnya.
Selain sektor batu bara, Bahlil menyampaikan perkembangan hilirisasi nikel yang menurut dia berjalan baik. Presiden Prabowo sebelumnya meresmikan sejumlah pabrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Pemerintah, kata dia, juga bersiap meresmikan pabrik dalam ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat.
"Sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang, yang satu tahun lalu Bapak Presiden melakukan \'groundbreaking\', itu adalah kerja sama antara CATL (Contemporary Amperex Technology Co Limited) dan BUMN kita" kata Bahlil.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyampaikan pemerintah terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah dinamika harga minyak dunia yang terus meningkat.
Dia menjelaskan bahwa harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) per hari ini berada di kisaran 105-106 dolar AS per barel. Sementara itu, Bahlil menyebut bahwa rata-rata ICP sejak Januari hingga Oktober 2026 tercatat berada di kisaran 91-92 dolar AS per barel.
Terkait ketersediaan BBM, Bahlil menyebut cadangan nasional Pertalite dengan RON 90 berada pada kisaran 16-18 hari. Sementara itu, cadangan BBM jenis lainnya, termasuk Pertamax dengan RON 92, RON 95, RON 98, serta Solar, berada di atas 20 hari.
Dia juga menyampaikan pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk memperkuat pasokan BBM di Bali dengan meningkatkan cadangan BBM di Bali menjadi 11-12 hari dan menargetkan peningkatan hingga 15 hari dalam satu minggu ke depan.
"Sehingga dia betul-betul sama dengan standar nasional. Masalahnya adalah memang kemarin terjadi kapal yang terlambat masuk dari Jawa ke Bali untuk menyuplai, tapi sekarang sudah bisa terurai yang dibantu oleh Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan Gubernur dan Kapolda dan TNI, dan sudah benar-benar Pertamina melakukan ini, itu dari sisi BBM," tuturnya.
Selain itu, Bahlil menyebut distribusi BBM di sejumlah wilayah Jawa Timur juga telah berangsur teratasi. Berdasarkan laporan Pertamina yang diterimanya, pasokan di wilayah tersebut telah diperbaiki melalui langkah-langkah distribusi yang dilakukan perusahaan.
"Beberapa tempat di Jawa Timur, karena memang tanggung jawab untuk menyuplai di bawah itu adalah Pertamina, sudah mendapat saya laporan bahwa sudah bisa terurai dengan pasokan yang sudah mereka lakukan di sana," ujar Bahlil.
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#bahlil #harga-batu-bara-naik #bahlil-lahadalia #penguatan-hilirisasi-nasional