Inalum raih dua penghargaan ISDA 2026 atas pemberdayaan ekonomi
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum melalui ISP (Inalum smelter plant/pabrik peleburan) meraih dua penghargaan Gold (emas) di ajang Indonesian ...
(Antara) 19/10/26 23:46 451919
Medan (ANTARA) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum melalui ISP (Inalum smelter plant/pabrik peleburan) meraih dua penghargaan Gold (emas) di ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 atas pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kedua penghargaan itu diberikan atas program pemberdayaan ekonomi masyarakat, yakni Bank Sampah Berseri, dan Gubuk Jamur Dani di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
"Penghargaan ini bagi kami bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi juga apresiasi atas proses dan kerja bersama masyarakat," ucap Kepala Grup Layanan Strategis Inalum Daniel Hutauruk dalam keterangannya di Medan, Senin.
Indonesian SDGs Awards, ujar dia, merupakan ajang penghargaan yang digelar Corporate Forum for CSR Development (CFCD) untuk memberikan apresiasi perusahaan dan lembaga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkontribusi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Adapun penilaian Indonesian SDGs Awards tersebut mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs penyelenggaraannya berlandaskan prinsip ISO 26000.
"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kolaborasi perusahaan bersama masyarakat mengembangkan program yang memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong kemandirian," tutur Daniel.
Tercatat, Bank Sampah Berseri mengelola 76.444 kilogram sampah organik, dan 22.346 kilogram sampah anorganik per tahun guna mengurangi timbunan sampah hingga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sedangkan Gubuk Jamur Dani merupakan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih memproduksi 90 baglog per hari dengan hasil panen 3–8,5 kilogram per hari.
Melalui intervensi Inalum berupa mesin steamer kapasitas produksi meningkat menjadi 270 baglog per hari dan hasil panen 7–22 kilogram per hari, lalu pendampingan budidaya hingga pengembangan usaha secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Saat ini, Gubuk Jamur Dani mempekerjakan lima orang karyawan, dan membukukan pendapatan kotor sebesar Rp8,6 juta per bulan, dan pendapatan bersih Rp3,6 juta per bulan.
"Keberhasilan program pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak cukup diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga kemampuan masyarakat melanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri," katanya.
Penghargaan ISDA 2026 menjadi dorongan bagi perusahaan peleburan aluminium ini untuk terus mengembangkan program relevan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
"Inalum berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif yang bisa menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan," papar Daniel.
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026