BDO: Keamanan data jadi tantangan adopsi AI bagi perusahaan

BDO: Keamanan data jadi tantangan adopsi AI bagi perusahaan

Perusahaan BDO di Indonesia menyoroti tantangan krusial dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia usaha seperti keamanan ...

(Antara) 20/10/26 00:26 455160

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan BDO di Indonesia menyoroti tantangan krusial dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia usaha seperti keamanan data yang dapat menyebabkan kebocoran informasi, sehingga memengaruhi kepercayaan pelanggan, reputasi, hingga keberlangsungan bisnis perusahaan.

CEO BDO di Indonesia Thano Tanubrata mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi AI perlu diimbangi dengan kesiapan kebijakan, sistem pengendalian, dan pengawasan yang memadai agar penerapannya tidak menimbulkan risiko bagi perusahaan.

“Kebocoran data dapat menimbulkan kerugian finansial sekaligus merusak reputasi. Komite audit perlu memastikan organisasi memiliki tata kelola yang memadai agar adopsi AI tetap menjaga kepercayaan pelanggan dan keberlangsungan bisnis,” ujar Thano dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut Thano, penguatan tata kelola diperlukan seiring meningkatnya penggunaan AI untuk mendukung efisiensi operasional dan pengambilan keputusan bisnis.

Associate Director IT & Digital BDO di Indonesia Reza Aminy menjelaskan, perusahaan perlu memahami kebijakan pengelolaan data dari penyedia layanan AI sebelum memasukkan informasi internal maupun data pelanggan ke dalam sistem tersebut.

Selain risiko kebocoran data, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan lain, seperti penyalahgunaan teknologi deepfake untuk menyamar sebagai pimpinan perusahaan dalam rapat daring serta keluaran chatbot yang memuat informasi keliru atau referensi yang tidak nyata.

"Tata kelola perlu disiapkan sebelum AI diterapkan. Semakin tinggi risiko penggunaannya, semakin ketat pengendalian yang dibutuhkan, termasuk pemeriksaan oleh manusia agar hasil dan keputusan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Reza.

Dia menambahkan, pengawasan perlu disesuaikan dengan tingkat risiko penggunaan AI, terutama ketika teknologi tersebut berinteraksi langsung dengan pelanggan, mengolah data sensitif, atau memengaruhi keputusan penting perusahaan.

Penerapan AI juga perlu didukung kejelasan tujuan penggunaan, penetapan penanggung jawab, evaluasi berkala, serta peningkatan kompetensi auditor internal.

Melalui kegiatan bersama Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI) tersebut, BDO di Indonesia mendorong penguatan peran komite audit dalam memastikan penggunaan AI berjalan secara bertanggung jawab.

Ketua Dewan Pengurus IKAI Maliki Heru Santosa menekankan kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas jejaring, pertukaran pengalaman antaranggota untuk memperkuat pelaksanaan fungsi komite audit, dan menyegarkan pemahaman mengenai fungsi pengawasan atau oversight di tengah perkembangan teknologi.

"Networking dan berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam memperkuat peran komite audit. Melalui forum ini, anggota dapat menyegarkan pengetahuan dan memperluas perspektif agar fungsi pengawasan tetap relevan dengan tantangan yang dihadapi perusahaan," kata Heru.

Pengawasan yang memadai diharapkan dapat membantu perusahaan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengabaikan perlindungan data dan kepercayaan pelanggan.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

#ikai #komite-audit #kecerdasan-buatan

https://www.antaranews.com/berita/5797973/bdo-keamanan-data-jadi-tantangan-adopsi-ai-bagi-perusahaan