Pergerakan rupiah dipengaruhi ketegangan AS-Iran yang meningkat

Pergerakan rupiah dipengaruhi ketegangan AS-Iran yang meningkat

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pergerakan rupiah dipengaruhi ketegangan antara AS dengan Iran yang meningkat.“Muncul laporan bahwa ...

(Antara) 09/10/26 11:13 47145

Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pergerakan rupiah dipengaruhi ketegangan antara AS dengan Iran yang meningkat.

“Muncul laporan bahwa Gedung Putih telah meminta opsi serangan militer terhadap Iran menjelang pemilu sela AS,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Kantor Berita Sputnik melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan tim keamanan nasional membahas sejumlah opsi untuk melanjutkan operasi militer berskala besar terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang, termasuk sebelum pemilu sela AS pada 3 November 2026.

Dalam laporan NBC News yang mengutip sumber dijelaskan bahwa beberapa pejabat pemerintahan Trump membahas strategi AS terkait Iran dan Yaman di pertemuan di Camp David pekan lalu. Setelah pertemuan tersebut, militer AS menyiapkan sejumlah opsi operasional baru untuk Trump, meskipun belum ada keputusan akhir yang diambil.

Jadwal terkait dimulainya kembali operasi militer berskala besar itu masih belum jelas.

Di samping itu, sentimen lainnya berasal dari ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk waktu yang lebih lama.

“Kembali meningkatnya harga minyak juga menambah tekanan inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih dapat melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut,” ujar dia.

Sementara itu, risalah Federal Open Market Committee (FOMC) September 2026 menunjukkan mayoritas anggota The Fed memperkirakan kenaikan Fed Funds Rate (FFR) kembali dilakukan tahun ini, meskipun waktunya masih belum pasti.

Gubernur The Fed, Waller juga menyampaikan bahwa kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target, dengan menekankan bahwa laju pengetatan kebijakan tetap fleksibel.

“Pasar saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 78 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober 2026, sementara probabilitas kenaikan sebesar 25 bps (basis points) pada Desember 2026 mencapai sekitar 69 persen,” kata Josua.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#rupiah #rupiah-hari-ini #the-fed #trump #fomc #suku-bunga-fed

https://www.antaranews.com/berita/5778077/pergerakan-rupiah-dipengaruhi-ketegangan-as-iran-yang-meningkat