Bulog serap 131 ribu ton beras di Sumsel hingga 8 Oktober 2026
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) telah menyerap 131 ribu ton beras di Sumsel hingga 8 Oktober 2026 atau mencapai ...
(Antara) 09/10/26 15:20 50250
Target kami 172 ribu ton beras pada 2026. Realisasi per 8 Oktober sudah mencapai 131 ribu ton atau 75,9 persen
Palembang (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) telah menyerap 131 ribu ton beras di Sumsel hingga 8 Oktober 2026 atau mencapai 75,9 persen dari target pengadaan sebanyak 172 ribu ton pada tahun 2026.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel Ihsan di Palembang, Jumat, mengatakan, pihaknya optimistis target pengadaan beras tersebut dapat tercapai hingga akhir 2026.
"Target kami 172 ribu ton beras pada 2026. Realisasi per 8 Oktober sudah mencapai 131 ribu ton atau 75,9 persen," katanya.
Ia mengatakan stok beras Bulog Sumsel Babel saat ini mencapai 88.709,37 ton. Persediaan tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan pasar hingga musim panen berikutnya pada Januari 2027.
Menurut dia, kondisi musim kemarau pada semester kedua 2026 juga berpotensi mendukung kualitas gabah yang diserap karena kadar airnya lebih terjaga.
Selain itu, lahan lebak yang mulai mengering di sejumlah wilayah Sumatera Selatan menjadi peluang untuk mempertahankan produksi padi sekaligus meningkatkan penyerapan hasil panen petani.
"Kondisi tersebut membuat petani semakin bergairah mengembangkan usaha pertanian," kata Ihsan.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan realisasi pengadaan beras secara nasional hingga 8 Oktober 2026 mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar empat juta ton.
Capaian tersebut menjadi realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah Bulog berdiri dan melampaui target pemerintah sebelum berakhirnya tahun 2026.
Realisasi pengadaan tersebut juga meningkat dibandingkan capaian 2025 yang sebesar 3.191.969 ton setara beras. Sebelumnya, pengadaan tertinggi Bulog tercatat pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.
Ahmad Rizal mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Bulog dalam menyerap hasil panen petani di berbagai wilayah Indonesia.
"Capaian lebih dari empat juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang Bulog berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik," katanya.
Bulog akan terus menjaga momentum penyerapan hingga akhir tahun melalui kolaborasi, inovasi, serta penguatan operasional dari hulu hingga hilir.
Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan sekaligus memastikan hasil panen petani terserap dengan baik guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026