Gapki usung peran sawit bagi ketahanan ekonomi dalam IPOC 2026
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menekankan peran sawit bagi ketahanan ekonomi dalam ajang Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2026 yang ...
(Antara) 09/10/26 16:37 51360
Jakarta (ANTARA) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menekankan peran sawit bagi ketahanan ekonomi dalam ajang Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2026 yang mengusung tema “Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience” di Nusa Dua, Bali, 11-13 November.
Ketua Umum Gapki Eddy Martono dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, mengatakan, tema tersebut mencerminkan kondisi global yang kian menantang, seiring dengan perang dagang, proteksionisme, persaingan geopolitik, dan standar keberlanjutan yang belum seragam antarkawasan.
“Dunia saat ini semakin terfragmentasi, baik secara ekonomi maupun geopolitik. Melalui IPOC 2026, kami ingin membahas bagaimana industri sawit Indonesia dapat tetap tangguh, dan justru menjadi bagian dari solusi bagi ketahanan pangan dan energi, baik di dalam negeri maupun global,” kata Eddy.
Ia mengatakan, sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan minyak nabati global.
Di dalam negeri, kata Eddy, sawit menjadi bahan baku utama minyak goreng dan pangan olahan, sekaligus tulang punggung program biodiesel yang menopang kemandirian energi nasional.
“Sektor ini juga menjadi salah satu penyumbang devisa ekspor nonmigas terbesar dan menggerakkan perekonomian jutaan masyarakat di wilayah perkebunan, termasuk petani sawit rakyat,” ujar Eddy.
“Karena itu, industri ini harus terus beradaptasi terhadap perubahan kebijakan, tantangan lingkungan, serta transformasi energi hijau yang tengah berkembang pesat di berbagai negara,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia IPOC 2026 Suryanto Bun mengatakan, ajang ini akan menghadirkan berbagai konferensi dan diskusi yang diisi oleh perwakilan dari pemerintah, akademisi, analis, dan industri.
Konferensi dan diskusi dibagi menjadi empat sesi, yang membahas peran sawit untuk ketahanan ekonomi, ketahanan pangan dan transisi energi, perdagangan dan geopolitik, serta outlook ekonomi dan tren pasar.
“Kami merancang IPOC 2026 agar peserta mendapatkan gambaran yang utuh, mulai dari arah kebijakan pemerintah, dinamika geopolitik dan perdagangan, hingga proyeksi harga 2027,” kata Suryanto.
“Seluruh rangkaian ini diharapkan menjadi masukan penting bagi para pelaku industri sawit nasional dalam menyusun strategi ke depan,” ujarnya menambahkan.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026