Indef: Perlu ada integrasi MBG-KDKMP untuk perluas keterlibatan UMKM
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai perlu ada integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah ...
(Antara) 20/10/26 14:18 529934
Sekitar 80 persen UMKM belum melihat peluang usaha baru yang tercipta dari kedua program tersebut. Mengindikasikan rendahnya efek pengganda (multiplier effect) dari program ini
Jakarta (ANTARA) - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai perlu ada integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk meningkatkan keterlibatan UMKM, serta memastikan belanja pemerintah memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian lokal.
Rekomendasi tersebut disampaikan berdasarkan kajian lembaga itu mengenai keterlibatan UMKM dalam ekosistem MBG dan KDKMP melalui survei terhadap 1.806 responden di berbagai wilayah Indonesia pada Agustus 2026.
Kajian itu menunjukkan bahwa jangkauan program MBG dan KDKMP belum diikuti oleh keterlibatan UMKM secara luas dalam rantai pasok, sehingga manfaat kedua program tersebut bagi UMKM belum optimal, demikian hasil kajian Indef yang diterima di Jakarta, Selasa.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 97 persen responden mengenal MBG dan program tersebut telah hadir di 92 persen desa/kelurahan responden. Namun, hanya 5 persen UMKM formal dan 1 persen UMKM informal yang telah bermitra atau sedang menjajaki kemitraan.
“Sekitar 80 persen UMKM belum melihat peluang usaha baru yang tercipta dari kedua program tersebut. Mengindikasikan rendahnya efek pengganda (multiplier effect) dari program ini,” tulis laporan tersebut.
Indef menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan desain pelaksanaan agar belanja pemerintah tidak hanya menopang operasional program, tetapi juga menciptakan peluang usaha dan memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM di daerah.
Untuk itu, Indef merekomendasikan perluasan akses pengadaan bagi UMKM lokal, penyederhanaan prosedur dan penyesuaian skala pengadaan, kepastian pembayaran pemasok, pengembangan pembiayaan berbasis kontrak, serta penguatan KDKMP sebagai agregator produksi dan distribusi lokal.
Sejumlah langkah yang diusulkan antara lain membuka data kebutuhan pasokan setiap dapur MBG dan KDMP serta menetapkan target belanja dari usaha mikro dan kecil lokal. Keterbukaan informasi tersebut diharapkan dapat memudahkan UMKM mengakses peluang pengadaan dan terlibat dalam rantai pasok program.
Selain akses pengadaan, kepastian pembayaran dan ketersediaan pembiayaan juga menjadi aspek penting. Indef mengusulkan penerbitan kontrak berjangka standar yang dapat digunakan sebagai dasar pembiayaan bagi UMKM untuk memenuhi pesanan.
Dalam skema integrasi tersebut, KDKMP diharapkan berperan sebagai agregator yang menghubungkan produsen dan UMKM lokal dengan dapur MBG, sekaligus memperkuat distribusi produk di tingkat daerah.
Penguatan rantai pasok lokal juga dinilai penting untuk memitigasi dampak persaingan terhadap usaha kecil.
Berdasarkan hasil survei Indef, sebanyak 22 persen responden melaporkan penurunan kegiatan usaha akibat MBG, sedangkan hanya 5 persen yang melaporkan peningkatan. Dampak penurunan tersebut terutama dirasakan oleh UMKM informal.
Untuk meminimalkan dampak tersebut, Indef mengusulkan penguatan kemitraan antara kantin sekolah, dapur MBG, KDMP, dan warung lokal. Skema ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi UMKM sekaligus menjaga keberlangsungan usaha yang telah beroperasi di masyarakat.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
#mbg #kdkmp #umkm #kopdes-merah-putih #makan-bergizi-gratis #indef