Pacitan gelar Feskop 2026 untuk perkuat ekosistem kopi lokal

Pacitan gelar Feskop 2026 untuk perkuat ekosistem kopi lokal

Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mendorong penguatan ekosistem kopi lokal dari petani hingga kedai melalui Festival Kopi (Feskop) 2026 yang ...

(Antara) 09/10/26 18:58 53310

Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mendorong penguatan ekosistem kopi lokal dari petani hingga kedai melalui Festival Kopi (Feskop) 2026 yang melibatkan pelaku usaha, lembaga keuangan, dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Upaya tersebut ditunjukkan melalui kegiatan meracik kopi menggunakan teknik manual brew V60 oleh sejumlah kepala OPD di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Pacitan, Jumat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian (Dikuperin) Pacitan Muhammad Ali Mustofa, mengatakan, festival tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat rantai produksi dan pemasaran kopi lokal.

Menurut dia, pengembangan kopi daerah membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolah biji kopi, pemilik kedai, hingga pemerintah dan lembaga jasa keuangan.

“Di balik ini semua, ada ruang kolaborasi berbagai pihak dalam rantai produksi kopi, dari hulu hingga hilir,” kata Ali.

Ia menjelaskan, petani berperan dalam penyediaan bahan baku, sedangkan pelaku UMKM mengolah biji kopi menjadi roasted bean atau biji kopi sangrai sebelum dipasarkan dan disajikan kepada konsumen melalui kedai kopi.

Festival tersebut juga melibatkan kepala OPD sebagai bagian dari upaya memperluas pengenalan kopi lokal di lingkungan pemerintah daerah.

Dikuperin sebelumnya menggelar pelatihan untuk membekali para kepala OPD dengan keterampilan meracik kopi menggunakan metode V60.

Dalam kegiatan itu, sejumlah kepala OPD tampak mencoba langsung proses penyeduhan kopi.

Sebagian peserta telah terbiasa meracik kopi, sementara lainnya mendapat pendampingan dari barista profesional.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Suparlan, misalnya, tampil mengenakan helm proyek saat mengikuti kegiatan tersebut.

Penampilan itu menjadi salah satu cara peserta menunjukkan identitas instansi masing-masing dalam kegiatan festival.

Ali mengatakan metode V60 memiliki teknik penyeduhan berbeda dari kopi tubruk yang lebih umum digunakan masyarakat. Teknik tersebut membutuhkan ketelitian dalam menuangkan air dan mengatur proses ekstraksi kopi.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kopi 2026, termasuk pelibatan kepala OPD dalam kegiatan meracik kopi.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan proses penyajian kopi sekaligus mendukung pengembangan potensi kopi daerah.

Melalui festival tersebut, Pemkab Pacitan berharap hubungan antara petani, pengolah kopi, pelaku kedai, dan pemangku kepentingan semakin kuat sehingga memberikan ruang bagi pengembangan usaha serta peningkatan nilai tambah produk kopi lokal.

Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan, mencatat ada 2.300 hektare perkebunan kopi, namun hanya 700 hektare yang saat ini berstatus Tanaman Menghasilkan (TM) karena sisanya, 600 hektare merupakan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), dan 900 hektare tanaman kopi rusak akibat tidak terawat.

Pemkab Pacitan berencana akan memperbaiki tanaman kopi yang tidak terawat itu melalui intervensi anggaran dan teknologi tanam pada 2027.

DKPP telah mengantongi daftar Calon Petani Calon Lahan (CPCL) seluas 489 hektare untuk diusulkan ke Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

#festival-kopi-2026 #ekosistem-kopi-lokal #kopi-pacitan

https://www.antaranews.com/berita/5778958/pacitan-gelar-feskop-2026-untuk-perkuat-ekosistem-kopi-lokal