Menteri P2MI: 73 persen lowongan kerja luar negeri belum terisi

Menteri P2MI: 73 persen lowongan kerja luar negeri belum terisi

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan saat ini Indonesia baru mampu mengisi sekitar 26 persen atau 75.000 dari total ...

(Antara) 09/10/26 19:53 54015

Menurut data di kami per 4 Oktober 2026, lowongan kerja berdasarkan SIP2MI yang sudah diverifikasi oleh perwakilan ada 287.000 lebih lowongan. Tapi ironisnya, kita baru bisa mengisi kurang lebih 26 persen atau 75.000 lowongan

Bandung (ANTARA) - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan saat ini Indonesia baru mampu mengisi sekitar 26 persen atau 75.000 dari total 287.000 lebih lowongan kerja luar negeri yang telah terverifikasi resmi hingga awal Oktober 2026.

"Menurut data di kami per 4 Oktober 2026, lowongan kerja berdasarkan SIP2MI yang sudah diverifikasi oleh perwakilan ada 287.000 lebih lowongan. Tapi ironisnya, kita baru bisa mengisi kurang lebih 26 persen atau 75.000 lowongan. Masih ada 73 persen lebih, hampir 74 persen yang belum bisa kita isi," kata Menteri P2MI Mukhtarudin saat meresmikan Migrant Center dan peninjauan Program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Bandung, Jumat.

Mukhtarudin menjelaskan kesenjangan besar antara permintaan (demand) pasar kerja internasional dan daya serap tenaga kerja Indonesia dipicu oleh minimnya sertifikasi kompetensi teknis, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan keterampilan calon pekerja migran.

Ia memaparkan saat ini berbagai negara tetangga dan kawasan global, seperti Malaysia, Korea Selatan, Jepang, negara-negara Eropa Timur, Eropa Barat, hingga Amerika sedang menghadapi fenomena penurunan populasi usia produktif (aging population).

Sebaliknya, kata dia, Indonesia berada di ambang puncak bonus demografi menuju tahun 2045 dengan proyeksi 207 juta penduduk usia produktif.

"Ketika negara kita mengalami bonus demografi, negara-negara lain mengalami aging population. Ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mengisi kekurangan tenaga kerja global. Menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai kompetensi global menjadi sebuah keniscayaan," kata Mukhtarudin.

Menanggapi ketimpangan ini, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi langsung pada 20 Oktober 2025 untuk menyiapkan 500.000 calon pekerja migran terampil (skilled workers) secara terakselerasi.

Program SMK Go Global diresmikan sebagai salah satu prioritas nasional dan program percepatan (quick win) pemerintah pusat untuk mencetak pekerja profesional yang berdaya saing global.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

#menteri-p2mi #mukhtarudin #lowongan-kerja-luar-negeri #kuota-lowongan-kerja-luar-negeri #pekerja-migran-trampil #pekerja-migran-terampil

https://www.antaranews.com/berita/5779074/menteri-p2mi-73-persen-lowongan-kerja-luar-negeri-belum-terisi